Waspadai Gafatar, Aliran Sesat Yang Berkedok "Kegiatan Sosial" Gaya Baru

Posted on 2016-01-12 08:21





Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) diduga merupakan kelanjutan dari sebuah aliran kepercayaan yang dipimpin Ahmad Musaddeq. Pada akhir 2006, Musaddeq membawa gerakan Al-Qiyadah al-Islamiyah yang akhirnya diputuskan oleh MUI sebagai aliran sesat karena karena menyimpang dari ajaran Islam dan melakukan sinkretisme agama. 

Pembicara kajian Islam tadabbur Alquran Masjid Attin, Jakarta, Parwis L Palembani mengungkapkan, aliran tersebut melakukan sinkretisme ajaran dari Alquran, Injil dan Yahudi.

Alasan utama ajaran ini dianggap menyesatkan, karena telah melenceng dari ajaran Islam yang sesungguhnya. Sebab ternyata, Gafatar mengkaji 5 kitab suci lalu menarik benang merah tentang adanya kebenaran dari semua kitab itu serta menemukan akan adanya juru selamat yang nantinya menolong manusia di akhir zaman dan menjadikannya sebagai panduan. Inilah yang membuat Kemenag merisaukan doktrinnya berkembang di masyarakat luas khususnya umat Muslim. Sehingga mereka tak lagi membedakan setiap agama.

Gafatar merupakan aliran sesat lama tapi berganti nama. Meski Musaddeq pernah menyatakan diri bertobat, namun hingga kini Musaddeq dianggap masih menyebarkan ajarannya dengan menggunakan nama lain diantaranya Milah Abraham dan Gafatar yang masih aktif di beberapa wilayah Indonesia.
 
"Walau ada yang menampik tidak ada arah ke sana. Tapi yang namanya aliran menyimpang selalu bilang murni sosial," ujarnya. Orang-orang yang tergabung dalam Gafatar, kata dia, banyak terdapat di Jakarta dan Jawa Barat. Namun saat ditanyakan apakah Gafatar ada kaitannya dengan sejumlah orang yang hilang belakangan ini, Parwis menyebut hal itu masih butuh penelitian lebih lanjut.

 


sumber: diolah dari tribunnews & republika







Artikel Menarik Lainnya