Warga Malang Demam Pasang Gembok Cinta di Taman Cinta, MUI: Gembok Cinta Merusak Akidah

Posted on 2016-01-07 21:14





Seperti di Prancis sana, muda mudi di Malang kini juga dapat mengucap janji sehidup semati sambil mencantolkan gembok cinta. Bedanya, lokasinya bukan di jembatan, melainkan pada sebuah teralis putih di sebuah taman dekat Jalan Veteran, Malang.

Berdasarkan penelusuran di sosial media Instagram, Rabu (6/1/2016), tampak sejumlah gembok sudah terpasang pada monumen bertuliskan Ngalam I’m in Love itu.

Bahkan sejak dipasang oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang beberapa hari lalu, monumen gembok cinta itu langsung ramai diserbu warga untuk berfoto selfie.

”Di sini bisa naruh gembok cinta loh kayak di Korea Korea gitu. Jangan baper, i’m in love Ngalam,” tulis @Yulia******agih bersama foto yang ia unggah ke Instagram.

Yang di Malang jangan lupa foto di sini. Lagi hits wkwkwk #gembokcintamalang #gembokcinta,”tulis @Ul****ek.

Kendati disambut hangat oleh kalangan remaja, kehadiran monumen gembok cinta justru mendapat kritik dari MUI Malang. Dikatakan pembangunan monumen tersebut malah memfasilitasi perbuatan yang dapat berujung maksiat.

”Pembangunan itu tak ada manfaatnya, pemerintah justru memfasilitasi budaya yang tak sesuai dengan adat.Jika memang tujuannya tidak jelas, lebih baik ditinjau lagi,” ungkap Ketua MUI Malang, KH Baidlowi Muslich dikutip dari laman Liputan6.

Baidlowi Muslich juga mengatakan, kondisi tersebut menjadi pelajaran pemerintah. Karena, keberadaan Gembok Cinta ini seolah memberi izin remaja berpacaran. Padahal, Jalan Veteran adalah kawasan pendidikan di Kota Malang.

“Kami berusaha membangun generasi muda yang Islami, religius,gembok cinta ditakutkan bisa mengurangi atau justru melemahkan aqidah mereka,” kata Baidlowi, Rabu (6/1).

Saat ini, lanjutnya,  MUI sedang melakukan musyawarah, dan hasilnya akan direkomendasikan kepada Pemkot Malang. Ia berharap masukan MUI akan didengar dalam musyawarah itu.

Wali Kota Malang, Mochammad Anton, akan memberi penjelasan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, terkait adanya gembok cinta di Jalan Veteran. Menurutnya, nilai filosofis taman itu adalah mengajak anak muda untuk mencintai Kota Malang yang sudah baik dalam merawat dan menambah taman baru. 

Ia tidak sepakat jika taman itu diberi nama Taman Cinta sebagaimana anggapan beberapa pihak. Soal gembok, Anton sendiri tidak mengetahui pasti fungsinya untuk apa, Ia mengatakan akan melihat langsung gembok cinta tersebut. Anton menolak dengan tegas anggapan taman ini melegalisasi anak muda berpacaran. 

“Di sana kan ada kata I Love Malang, artinya agar kita mencintai, makna mencintai adalah menjaga, tidak merusak,” kata Anton.

 

sumber: diolah dari berbagai sumber









Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-10-22 19:00