Terbukti Mitos Kolor Ijo Hanya Bualan, Polisi Akhirnya Berhasil Menangkap Kolor Ijo

Posted on 2015-11-20 14:00





Teror Kolor Ijo yang menghantui wanita di Kabupaten Luwu Timur, Sulewesi Selatan (Sulsel), akhirnya menemui titik terang. Ini setelah polisi menangkap monster yang telah menusuk alat kelamin 30-an wanita di daertah itu. Ternyata Kolor Ijo yang membuat geger itu bukan makhluk jadi-jadian tapi penjahat kelamin yang bergentayangan saat malam menjelang.

Informasi yang dirangkum medansatu.com, Selasa (17/11/2015) menyebutkan, pelaku bernama Jasriadi alias Adit, warga Desa Lampuawa, Kecamatan Sukamaju, Luwu Utara. Si Kolor Ijo ditangkap berkat keterangan yang diberikan salah satu korbannya, Mls (16). Polisi pun dengan mudah menangkapnya karena HP milik Adit tertinggal di kamar siswi SMA itu.

Tak cuma itu, Mls juga mengenali ciri-ciri korban, karena pelaku sempat memaksanya ikut menonton video dewasa dari HP miliknya. Setelah target tersangka jelas, Kapolres Luwu Utara, AKBP Muh Endro bersama Kasatreskrim, AKP Muhlis, memimpin langsung penangkapan.

“Mulai malam Minggu kami melakukan penelusuran. Pelaku baru kami tangkap subuh esok harinya di rumahnya berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi korban. Pelaku diduga menderita kelainan seks,” kata Endro.

Sebelumnya, 30-an wanita muda di Luwu Timur dan Luwu Utara menjadi korban kebrutalan Adit. Saat malam ia menyelinap, lalu menusuk alat kelamin korbannya. Dari para korbannya, dua di antaranya mengalami pendarahan hebat dan meninggal dunia. Sementara saat melakukan aksi terakhirnya terhadap korban Mls, Adit masuk ke rumah korban melalui pintu belakang dengan cara mencongkel pintu.

Setelah berada di dalam rumah, ia memadamkan aliran listrik dengan menurunkan sekering yang berada sebelah dalam rumah. Pelaku juga menggeser kursi ruang tamu dan menempatkannya di depan pintu kamar orang tua korban. Pelaku kemudian masuk ke kamar korban yang tidur seorang diri. Dari kesaksian korban di rumah sakit, dia dicolek pelaku agar bangun.

Pelaku yang tidak curiga karena mengira yang mencolek adalah adiknya, mengikuti perintah pelaku dengan bangkit dari posisi tidur menjadi duduk. Dengan nada berbisik, pelaku mengajak korban menonton video porno di telepon genggam pelaku. Setelah terus didesak, korban tersadar jika pelaku bukan adiknya. Melainkan orang lain yang tidak dikenalinya dengan ciri-ciri berbadan besar, mengenakan baju warna merah dan tulisan berwana kuning.

“Saya sempat lihat badannya agak besar dan pakai baju merah, karena cahaya handphone sempat mengarah ke tubuhnya. Saya tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, sebab kondisi gelap dan cahaya handphone terus diarahkan ke saya dengan video porno,” kata Mls.

Setelah itu, korban memberontak dan mencoba berteriak. Anehnya, suara korban tidak bisa keluar. Karena korban berontak, pelaku kemudian mendorong korban lalu menusukkan sesuatu ke kemaluannya. “Saya tidak tahu itu apa. Tapi seperti tangan dan ditusukkan sangat dalam. Setelah melakukan itu korban langsung kabur,” kata Mls.

Pada saat itu juga, orang tua korban mendengar suara gaduh dan bergegas menuju kamar anak perempuannya. Betapa kaget, melihat anaknya sudah bersimbah darah. “Saya kaget sekali setelah melihat anak saya merintih. Kemudian, dengan senter yang saya bawa mencari bagian tubuhnya yang sakit dan terkejut melihat darah sudah sangat banyak merembes di kasur,” kata ayah Mls, Mur.

Mur lalu mengambil parang mencoba mengejar, namun tak mendapati orang itu lagi. Namun, ketika kembali ke kamar anaknya, dia mendapati handphone milik pelaku yang masih menyala dengan tayangan film porno. Mur kemudian melarikan anaknya ke puskesmas terdekat. “Saya sempai mengejar tapi tidak dapat,” kata Mur.

Diungkapkan juga Mur, hasil visum pertama anaknya di Puskesmas, ada luka irisan di “bagian itu” anaknya. Namun, visum selanjutnya di UGD RS Andi Djemma, disebutkan jika ada benda keras ditusukkan lalu ditarik sehingga pendarahan hebat terus terjadi. “Anak saya hampir kehabisan darah sebab pendarahan hebat. Tubuhnya sempat menguning, beruntung langsung dilakukan transfusi darah,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Lutra, AKP Muhlis mengatakan, jika di dalam handphone pelaku didapati banyak pesan singkat yang meminta kepada rekannya nomor gadis dan janda. “Ini salah satu yang menguatkan kita untuk melakukan penangkapan. Juga video porno yang ada dikenali korban, seperti yang diperlihatkannya kepadanya,” terangnya.

 

sumber: detik.com







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-12-07 17:06
Posted on 2015-11-04 15:00