Subhanallah... Pamer Aurat Tanpa Sehelai Benang Dengan Naik Motor Berkeliling Kota

Posted on 2016-01-28 17:53





Warga Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur geger dengan ulah nekat seorang pengendara motor matic. Pengendara Yamaha Mio merah bernomor polisi P 4520 WR itu keliling kota tanpa busana. 

Pemilik akun Facebook Helmi Sumatri mengunggah empat foto berani pria yang tidak diketahui identitasnya itu. Biker itu mengenakan helm standar namun tanpa sehelai benang pun melekat di tubuhnya.

Beberapa pose dilakukan pria tersebut. Duduk santai seperti kebanyakan pengendara motor, sesekali dia berdiri layaknya atlet motor cross.

"Warga kota Genteng dikejutkan oleh aksi nekat seorang lelaki mengendarai sepeda motor Mio warna merah No.pol P4520WR dengan tanpa memakai baju alias telanjang bulat dan hanya memakai helm warna putih melintas di sepanjang jl. Gajahmada hingga ruas jl. Hasanudin sekira pukul 16.00 wib petang tadi (27/01).

Belum diketahui pasti apa motif lelaki nekad tersebut apakah sakit jiwa atau motif lain," tulis Helmi.

Berikut foto-foto yang diunggah Helmi:

 

Banyak kita baca, batasan aurat wanita, tapi jarang kita dengar bahasan batas aurat laki-laki.

Jumhur fuqaha’ telah bersepakat bahwa aurat bagi kaum laki-laki adalah antara pusar sampai dengan lutut.

Imam Nawawi rahimahullah di dalam penjelasan Shahih Muslim sebagai berikut:

“Sesungguhnya paha termasuk bagian dari aurat. Banyak hadits masyhur yang menjelaskan bahwa paha adalah termasuk aurat. Hal itu seperti hadits Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa jika terbukanya paha tanpa unsur kesengajaan serta dalam kondisi darurat masih dapat dimaafkan. Tetapi bila masih ada sarana yang memungkinkan untuk menutupnya, maka hukumnya wajib untuk menutupnya."

Sayangnya perkara ini telah banyak dilupakan kaum pria. Mereka dengan santainya beraktifitas di luar rumah hanya bercelana pendek dan menampakkan paha-paha mereka. Apalagi dari kejadian di banyuwangi ini, malah tanpa sehelai benangpun.

Seorang lelaki yang baligh diperintahkan baginya menutup aurat sebagaimana hal ini telah jelas wajibnya bagi kaum wanita. Dari sini bisa dipetik faedah, bahwa adanya perintah tentu berkonsekuensi timbulnya larangan. Maka, kita diperintahkan untuk menutup aurat dan dilarang untuk menampakkan ataupun melihat aurat orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Seorang lelaki tidak boleh melihat aurat laki-laki yang lain dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain.” (HR. Muslim no. 338)

Hal ini dikarenakan memandang aurat orang lain bisa menimbulkan fitnah yang keji, sehingga Allah Azza wa Jalla memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

referensi: rimanews







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-10 10:00
Posted on 2015-11-11 12:00