Suami Pelit Memberi Nafkah? Ini Hukumnya! Benar-Benar Mengerikan!

Posted on 2016-05-14 11:56





Kikir atau pelit merupakan sifat tidak baik yang dimiliki oleh seseorang. Karena sifat kikir bisa menjerumuskan  manusia ke hal-hal yang dimurkai oleh Allah SWT. Seperti seorang suami yang kikir terhadap isterinya. Bahkan ada suami yang tidak memperdulikan kewajibannya untuk memenuhi nafkah untuk isteri dan anak-anaknya. Berikut ulasan hukum bagi suami yang pelit menafkahi isterinya :

 

 

Rasulullah SAW bersabda yang artinya ; Dari ‘Aisyah bahwa Hindun binti ‘Utbah berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan (suamiku, Pen) seorang laki-laki yang bakhil. Dia tidak memberi (nafkah) kepadaku yang mencukupi aku dan anakku, kecuali yang aku ambil darinya sedangkan dia tidak tahu”. Maka beliau bersabda: “Ambillah yang mencukupimu dan anakmu dengan patut.”(HR Bukhari ; Muslim).

 

 

 

 

 

Rasulullah SAW bersabda yang artinya; Hal ini diperkuat dengan dalilnya: hadis dari Abu Said Al-Khudri, bahwa suatu ketika, Zainab (istri Ibnu Mas’ud) hendak membayar zakat perhiasan yang dia miliki. Kemudian beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Bolehkah istri memberikan zakatnya kepada suaminya dan anak yatim dalam asuhannya?

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Ya, silakan. Dia mendapat dua pahala: pahala menjaga hubungan kekerabatan dan pahala bersedekah.” (HR. Bukhari).

 

Dalam hadits diatas tersirat bahwa Ibn Mas'ud ialah seorang yang miskin sedangkan isterinya seirang yang kaya. Meskipun demikian ia tidak pernah sama sekali menguasai harta isterinya.

 

Sahabat renungan islamm sudah kewajban bagi seorang suami untuk memberikan nafkah kepada isterinya baik lahir dan batin. Jika suami melalaikan hal tersebut maka azab Allah SWT akan menghampirinya. Seorang istri bekerja, itu hanya sebatas membantu kebutuhan keluarganya, asalkan si istri bekerja dengan ridha suami.

 

Namun, jika suami lalai memberikan nafkah untuk istrinya dan keluarganya maka istri tidak perlu meminta ridha suaminya lagi untuk mencari nafkah (rezeki). Bagi suami tidak ada hak untuk mengambil harta istrinya meskipun sedikit kecuali atas izin istrinya.

 

Semoga sahabat yang sudah berkeluarga harus saling memahami terkait nafkah. Khususnya bagi suami yang sudah kewajiban memenuhi nafkah untuk isteri dan abak-anaknya.

 

Jadilah orang-orang yang penuh rasa sabar dan janhanlah sama sekali putus asa dari rahmat Allah karena hal ini dosa. Sebagai manusia kita semua harus berusaha dan berdoa kepada Allah SWT, jangan takut menjadi miskin, karena kita hamba dari Allah Yang Maha Kuasa. Wallahualam, semoga bermanfaat.

 

 

Sumber: renunganislam.com







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-08 10:00
Posted on 2015-10-30 21:14