Sopir Ambulans Teledor, Keluarga & Warga Mengamuk Karena Mensholati Peti Jenazah Kosong

Posted on 2016-01-19 21:12





Kejadian ini dialami sopir ambulan Topa dan Kus, yang bekerja sebagai karyawan yang bertugas di Kamar Mayat RSUD Dr. Soetomo,Surabaya. Karena ceroboh, mereka mengantar peti mati yang berisi jenazah Miszoni (65), di rumah duka di Jl. Wonorejo Gg. IV/58, Surabaya Selatan tidak diperiksa terlebih dahulu.

Akibatnya mereka pun menjadi amukan keluarganya dan warga setempat. Pasalnya, begitu usai disholati (sholat jenazah) dan akan dikuburkan ternyata petinya kosong karena jenazahnya tertinggal di kamar mayat.

Menurut Topa, bermula Topa dan Kus disuruh Karno, pegawai kamar mayat untuk mengantar jenazah membusuk kiriman dari Wiyung, Surabaya Barat sekitar Jam 10.00 WIB. Karena kondisi jenazah mulali bau dan agak membusuk, maka disimpanlah jenazah tersebut ke kamar pendingin.

Herannya, tanpa dinyana keluarga korban tidak mau membuka peti dan meminta langsung diangkut ke mobil tanpa dicek petinya dan langsung dibawa ke rumah duka di Wonorejo. Sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah disholati terlebih dahulu di masjid.

Setelah itu, dikubur dengan diantar warga ke makam kawasan Simo Kwagean. Sedangkan Topa dan Kus kembali ke kamar mayat RSUD Dr.Soetomo, Surabaya. Sementara itu, sesudah disholati. Pihak keluarga dan warga siap menguburkan jenazah yang mulai membusuk itu.

Sesampai makam, ketika peti mati dibuka keluarga korban dan warga terkejut karena jenazahnya tidak ada di dalam. Kontan saja, keluarganya berang kemudian peti dirusak dan menghubungi pihak kamar mayat.

Begitu diterima petugas administrasi Bambang, ia mengakui bahwa jenazahnya memang ketinggalan dan masih di ruang pendingin. “Ya, masih ada di sini, Mas mayatnya. Ketinggalan karena pihak keluarga tidak mau memeriksa peti karena baunya busuk,” jelas Bambang.

Sementara Topa dan Kus baru sadar setelah diberitahu Bambang. Sehingga kedua sopir dan kernet tersebut kembali mengantar jenazah ke rumah duka. “Sesampai sana, saya dimarahi orang banyak karena mereka mensholati peti kosong,” tutur Topa sambil meringis terkena bogem mentah warga yang geram dengan kecerobohan si sopir ambulans.


referensi: kompasiana/sutanpangeran







Artikel Menarik Lainnya