Sisa Reruntuhan Rumah Rasulullah Yang Menyayat Hati, Bukti Sederhananya Kehidupan Kekasih Allah Ini

Posted on 2015-11-23 09:18





Rasulullah SAW adalah kekasih Allah yang tak pernah memiliki rumah yang mewah selama hidupnya. Belia hidup dalam kesederhaan dan jauh dari kemewahan. Bahkan kamu bisa melihat sendiri sisa-sisa reruntuhan dan replika rumah Rasulullah yang sangat sederhana dan menyayat hati.

Seperti pada gambar diatas, adalah sisa-sisa reruntuhan rumah Rasulullah yang cukup sederhana dan jauh dari kemegahan.

Seperti Diriwayatkan dari Anas ra dia berkata;

“Saya masuk ke rumah Rasulullah SAW, waktu itu beliau sedang tiduran di ranjang dengan mengenakan selimut. Di atas kepalanya bantal yang terbuat dari kulit yang diisi serabut. Lalu, seorang sahabat masuk ke kamarnya yang diikuti oleh Umar. Rasulullah SAW membalikkan badannya sehingga Umar melihat baju Rasulullah SAW tersingkap antara punggung dan baju, lantas ia melihat ada bekas-bekas pada punggung Rasulullah SAW. Umar menangis.

Lalu, Rasulullah bertanya, “apakah yang membuat kamu menangis?”

Umar menjawab, “Demi Allah, saya menangis setelah mengetahui bahwa engkau lebih mulia dari raja-raja dan kaisar. Mereka hidup sesuai dengan kemauan di dunia (mewah dan kaya). Sementara engkau adalah Rasulullah (utusan Allah). Seperti yang saya lihat, kamu tidur di tempat seperti ini (sangat sederhana). ”

Rasulullah SAW lalu bertanya, “Bukankah kamu suka kalau mereka mendapatkan kesenangan dunia sementara kita mendapat kesenangan akhirat?”.

Umar menjawab, “Tentu, wahai Rasul.”. Kemudian Rasulullah SAW berkata lagi, “Memang demikianlah adanya.” (HR Ahmad).

Seperti dilansir Tribunnews.com, rumah Rasulullah menjadi terbagi menjadi ruang shalat, ruang tamu, kamar Saidatina Fatimah yaitu putri bungsu beliau dan kamar Rasulullah sendiri. Lalu, atapnya terbuat dari pelepah daun kurma untuk menghalangi cahaya matahari pada siang hari masuk.

Seperti ini gambar replika rumah Rasulullah untuk renungan kita.

“Rasulullah SAW menghamparkan sebagian tikar di waktu malam dan beliau shalat di atasnya. Baginda pun menghamparkan tikar itu di siang hari untuk tempat orang-orang duduk “(HR Al-Bukhari dan Al-Baihaqi).

Gambar diatas adalah  sisa reruntuhan rumah Rasulullah SAW.

 

Itu gambar  reruntuhan pintu masuk kamar Rasulullah SAW.

 

Ini adalah sisa reruntuhan kamar Rasulullah SAW.

 

Di atas adalah foto reruntuhan tempat Sayyidah Fatimah as, putri Rasulullah SAW dilahirkan.

 

Gambar diatas adalah sisa reruntuhan mihrab tempat Rasulullah saw shalat.

Kamu bisa melihat sendiri, seperti apa kesederhanaan dari rumah Rasulullah. Namun, jika dibandingkan denga rumah umatnya di zaman sekarang jauh lebih mewah dari rumah Rasulullah.

Memiliki rumah mewah dan megah itu boleh. Tapi jangan dijadikan sebagai tanda jika kamu orang berada atau dapat membuat kamu merasa sombong.

Ingatlah masih banyak orang diluar sana yang tidak memiliki rumah, bahkan tidur di bawa kolong jembatan.







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-11 12:00
Posted on 2015-11-08 12:00