Siap-siap Murtad: Ini Dia Sepenggal Janji Pengurus & Naskah Persaksian Anggota Gafatar

Posted on 2016-01-16 07:06





Sepasang suami istri di Makassar disebut telah menghilang setelah bergabung dengan organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Mereka juga menghilang bersama dua anak beserta seorang pembantu rumah tangga.

Sepasang suami istri itu adalah Abdul Kadri Nasir (32) dan Hasriani Hafid (32). Keduanya disebut hilang setelah mereka mengundurkan diri dari kantornya di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Ayah Hasriasni, Abdul Hafid, yang mengira anaknya hilang setelah ikut Gafatar, kemudian mencari tahu keterlibatan Hasriani di dalam Gafatar. Hafid pun menemukan sepenggal tulisan dan formulir Gafatar di kamar putrinya.

Dalam secarik kertas di sebelah kiri, terdapat kalimat bertuliskan "Janji Pengurus Gerakan Fajar Nusantara". Di bagian sebelah kiri secarik kertas ini, terdapat lima poin yang berisikan janji pengurus Gafatar. 

 

Janji yang ditulis tangan dengan huruf kapital di atas secarik kertas buku tulis itu, di antaranya berisi:

1. saya sanggup tunduk patuh kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan jalan kebenaran sejati, sebagaimana diresmikan oleh para pembawa risalah Tuhan yang Maha Esa.

2. saya sanggup melaksanakan dan mengutamakan tugas organisasi dengan kesungguhan dan tanggung jawab agar bangsa Nusantara ini menjadi bangsa yang damai sejahtera.‎

3. saya sanggup berkorban harta dan jiwa untuk membangun bangsa dan Tanah Air dengan semangat kebinekaan dalam persatuan dan kesatuan. Menuju Nusantara jaya.

4. saya sanggup memberikan pelayanan kepada warga organisasi dengan sepenuh cinta dan kasih sayang serta berbuat baik kepada sesama manusia.‎

5. saya sanggup menerima sanksi organisasi apabila melanggar janji yang saya nyatakan ini.

Di kertas sebelah kanan terdapat dua judul utama. Judul pertama, yaitu Naskah Persaksian dengan tiga poin di dalamnya. Sedangkan, judul kedua adalah Janji Anggota Gafatar dengan tiga poin utama.

Dalam poin pertama di Naskah Persaksian bertuliskan bahwa tidak ada Tuan yang saya patuhi kehendan dan perintahnya selain Tuan Semesta Alam Tuhan yang Maha Esa. 

Poin kedua bertuliskan bahwa Mesias adalah pembawa Risalah Tuan Semesta alam untuk menggenapi segala kehendak dan perintahnya bagi umat manusia. 

Poin ketiga menuliskan, di bawah bimbingan Mesias saya sanggup berkorban harta dan diri saya untuk mewujudkan kehendak dan rencana Tuan Semesta Alam yang akan menjadikan bangsa Nusantara ini menjadi bangsa yang damai sejahtera.

 

Sedangkan dalam Janji Anggota, di poin pertama menyebutkan: Saya menyatakan Iman kepada Tuhan yang Maha Esa dan siap menjadi anggota atas dasar kesadaran dan penuh tanggung jawab serta tidak akan berkhianat kepada Gerakan Fajar Nusantara. 

Poin kedua menuliskan, Saya tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh, tidak akan berdusta, dan sanggup berbudi pekerti luhur serta akan berbuat baik terhadap sesama manusia. 

Poin terakhir menuliskan, saya siap menerima pembinaan dan sanggup mengembangkan visi-misi Gerakan Fajar Nusantara serta menaati segala aturan sesuai dengan petunjuk dan bimbingan organisasi untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran sejati di Bumi Nusantara.

Abdul Hafid mengatakan, tulisan ini ditemukan saat dirinya membereskan kamar Hasriani. Dari kamar tersebut juga ditemukan formulir pendaftaran Gafatar. "Ada juga gambar tentang penyebaran Gafatar di Indonesia. Selain itu, ada selembaran yang berisi tentang visi-misi Gafatar," ujar Hafid.

Dengan penemuan ini, Abdul Hafid sangat yakin anaknya beserta suami dan kedua cucunya hilang karena ikut Gafatar. Sedangkan, kontak terakhir Abdul Hafid kepada Hasriani dilakukan akhir Desember 2015, Hasriani menyebut bahwa dia tengah berada di Bandung.

 

sumber: Republika









Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-10 12:00