Pusaka Keramat Ratusan Tahun Yang Dimiliki Suku Pedalaman Papua Ternyata Al-Quran

Posted on 2015-11-21 18:00





Gema takbir berkumandang di bumi nusantara hingga ke Papua. Lautan luas, diterabas, ombak diterjang oleh Muslim untuk menyiarkan Islam ke penjuru nusantara. Di bumi Papua, kita dapat merasakan kehadiran dakwah Islam, bahkan sejak lima ratus tahun yang lalu.

Sebagaimana dikutip dari catatan Almarhum Habib Munzir Al-Musawa pimpinan Majelis Rasulullah berjudul “Perjalanan Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah ke Wilayah Manokwari Papua, Irian Barat”, rupanya Islam telah masuk ke bumi Papua sejak ratusan tahun yang lalu, hal ini bisa dibuktikan dengan masih adanya peninggalan-peninggalan ajaran Islam yang dipegang erat-erat oleh suku-suku di Papua sebagai sebuah hukum adat.

Seperti di ceritakan Almarhum Habib Munzir, di sebuah wilayah nan sepi antara Sorong dan Papua terdapat sebuah suku di pinggir pantai yang kebanyakan dari meraka adalah muslim. Namun, lantaran tidak ada lagi yang mengajarkan ajaran agama Islam kepada mereka kini mereka tak tahu mengenai agama paling sempurna ini.

Habib-Munzir-al-Musawa-di-PapuaPusaka suku papua via Eramuslim

Alhasil hingga kini mereka hanya mengenal satu ajaran adat, yaitu tak boleh makan babi. Meski babi adalah santapan yang masyhur di Papua. Mereka sudah tidak lagi mengenal Syahadat. Orang-orang suku itu menganggap larangan tersebut sebagai hukum adat, sayangnya mereka tak menyadari bahwa sesungguhnya hukum larangan tersebut merupakan bagian dari hukum islam, bukan hukum adat seperti apa yang mereka yakini selamaa ini.

Ada satu hal yang sangat mencengangkan saat mengetahui bahwa kepala suku mempunyai satu barang yang sangat dikeramatkan berupa sebuah kotak yang menyimpan pusaka secara turun-temurun.

Jauh sebelum Almarhum Habieb Munzir berkunjung kesini, wilayah ini dulunya kerap didatangi oleh nelayan-nelayan muslim. Umumnya mereka meminta izin kepada sang kepala suku untuk meminta sepetak tanah guna mendirikan masjid atau mushola di tempat ini.

Dalam pertemuannnya dengan kepala suku, ketua adat tersebut lalu menunjukkan pusaka yang disimpan ratusan tahun yang lalu. Tak disangka, ketika kotak dibuka, para nelayan muslim pun terkejut karena ternyata isi kotak ‘keramat’ itu adalah sebuah Alquran yang sudah sangat tua.

Habib-Munzir-al-Musawa-di-PapuaPusaka suku papua via Eramuslim

Ternyata sudah sejak berabad-abad lalu suku ini menganut ajaran Islam. Namun, mungkin karena tak ada lagi orang yang mendakwahkan secara turun-temurun, ajaran Islam pun hilang tak berbekas dari wilayah di Papua ini.

Tinggallah sebuah pusaka yang dianggap sebagai benda keramat, yang ternyata adalah kitab suci umat Islam.

Mengetahui itu, maka kepala suku ini pun kembali memeluk Islam. Tak lama kabar tentang kepala suku yang masuk islam itu pun sampai kepada masyarakat setempat, sampai pada akhirnya sang kepala suku diminta untuk mengusir para nelayan dari wilayahnya.

lantaran menolak perintah tersebut, sang kepala suku itu pun akhirnya dihukum siksa cambuk dengan menggunakan kulit pari berduri. Namun siksaan itu tak membuat kepala suku mengubah keputusannya untuk tidak mencabut izin pembangunan mushola di wilayah tersebut. Bahkan ia bersikukuh akan mempertahankan Al-Qur’an.

 







Artikel Menarik Lainnya