Nasihat Kepada Kita Untuk Perlakukan Orang Tua (Kisah Nyata Mengharukan)

Posted on 2016-01-29 16:26





Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Umar bin Khattab,

"Ibuku sangat lemah dan tua renta sehingga tidak dapat memenuhi keperluannya kecuali punggungku ini telah menjadi hamparan tunggangannya, maka apakah saya telah melunasi utang saya kepadanya?"

Umar menjawab,

"Sesungguhnya engkau berbuat begitu terhadap ibumu, tetapi engkau menantikan kematiannya esok atau esok lusa; sedangkan ibumu berbuat begitu terhadapmu justru mengharapkan engkau berusia panjang."

**

Hadist itu pertamakali kudengar ketika awal2 'mengaji'.

Aku menjadi saksi bagaimana mamak bapakku, berjuang sampai tetes darah, tetes air mata, dan titik kesabaran penghabisan memperjuangkan adik kecil semata wayangku di tahun 91. Tika Nurhadijah.

Adikku baru 2 tahun waktu itu. Tika kecil jatuh ke kolong rumah kami yg tinggal di perumahan atas air kampung baru, Balikpapan.

Kejadiannya begitu cepat, hanya beberapa menit, Tika jatuh, tenggelam, kepala belakangnya terbentur tiang rumah, dan akhirnya dibawa kerumah sakit dalam keadaan tak sadar.

'Tak sadar' sampai sekarang..

Saat ini, Tahun 2014, usianya sudah 26 tahun, dan dia masih tetap seperti anak 2 tahun.. 

Tertawa sendiri.. Bermain sendiri.. Bertingkah lucu, seperti anak kecil.

Para tetangga sdh banyak yg datang melayat, mengira Tika kecil meninggal.

Sebulan lebih dirumah sakit, Tika pulang dalam keadaan tak sadarkan diri.

Dokter juga sudah menyerah.

Tapi yang menyerah cuma dokter, tidak mamak bapakku.

Tika kemudian berangsur sadar, setelah berbulan-bulan seperti bayi..

Masalah baru muncul.
Ketika sadar, ternyata Tika kecil tak bisa melihat. Buta!

Masalah pada Syaraf keseimbangan tubuh, juga mempengaruhi syaraf penglihatan.

Sempurna sudah.. 
Badan seperti tak bertulang, leher saja lunglai tak bisa tegak, ditambah kebutaan.

Tapi, mamak bapak, terus saja berjuang.

Mulai dari perjuangan medis yang ilmiah, sampe cara jahiliah, dengan beragam nasehat sesat tetangga dan sodara..

Mandi bunga ini, beli ayam hitam itu, dan lain-lain.. Dan lain-lain.. (*semoga ALLAH mengampuni beliau, karena hidayah dan ilmu, baru menghampiri kami ditahun 2003-an)

Here we are..
Akhirnya Tika tetap sehat sampai sekarang..

Sudah bisa melihat, namun tak bisa berjalan. Mengitari rumah hanya mengesot.

Tapi, buat mamak bapakku, cukuplah itu..

Meski butuh kesabaran ekstra merawat anak, dari usia batita sampai usia dewasa dengan tingkah laku batita..

Mamak Bapak, hanya ingin melihat anaknya panjang umur..

"Sederhana" sekali..
Tak perduli, kelak anaknya cacat.. Dan tak bisa 'jadi apa-apa'..

**

Tahun 2009, serangan stroke pertama menyerang (alm) mamakku. Disusul serangan stroke berikutnya tahun 2011, dan 2013.

Mamakku, kembali menjadi anak-anak.. Baik fisik yg semua serba dibantu mulai dari makan sampai buang air,

juga perasaan super sensitifnya sebagai orang tua penderita stroke..

Rasa kasihan kami, lebih mendominasi..

Kasihan melihat mamak yg badannya makin kurus, dan kehilangan daya ingatnya..

Dan terngianglah kata2 Umar bin Khatab..

"Sesungguhnya engkau berbuat begitu terhadap ibumu, tetapi engkau menantikan kematiannya esok atau esok lusa; sedangkan ibumu berbuat begitu terhadapmu justru mengharapkan engkau berusia panjang."

##

Tak bisa..
Demi ALLAH tidak bisa..

Setetes-pun air susu ibu,
Dan setetes-pun keringat bapak

tergantikan dengan semua perjuangan anak merawat orang tua dimasa tuanya..

##

Chemistry aku, Tika dan Alex..
Membuat aku sebisa mungkin menjenguk Alex di Rumah Sakit, mumpung dekat..

Hari ini Alex, pindah ruangan..

" Keadaannya membaik mbak..". Kata ayahnya ketika aku tiba siang tadi.

Fyuh!
Membaik..
Hanya semangat orangtua saja yg bisa menyebut kondisi Alex membaik..

Masih tidak sadar..
Dan hidupnya masih bergantung pada 
Selang infus
Selang 'makan' susu
Selang oksigen..

Apanya yg membaik?

##

" Boten nopo2 mbak.. Ta' rawatnya.. Abis operasi kepala yg terakhir di Surabaya, dokter bilang, Alex sudah mati, wong matanya sudah dikasih plester, ditutup kayak mayat. Kata dokter, Kalo selangnya dicabut, pasti mati.. Tapi alhamdulillah, masih bernafas, sampe sekarang.. ".

Semangat itu masih terlihat dimata beliau.

Ya..
Sungguh, tak bisa dijabarkan, darimana semangat, harapan, kekuatan itu bisa ada pada orang tua..

##

Rasulullah SAW bersabda,

“Sungguh kasihan, sungguh kasihan, sungguh kasihan.”

Salah seorang sahabat bertanya,

“Siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab,

“Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua-duanya, atau salah seorang di antara keduanya, saat umur mereka sudah menua, namun tidak bisa membuatnya masuk Surga.” (Riwayat Muslim)

##

sumber: FB Yana Yana Nurliana - Menulis adalah menasehati diri sendiri

 







Artikel Menarik Lainnya