Muslimah Ini Kerahkan Segala Upaya Hanya Untuk Menolong Anjing Liar Terluka

Posted on 2015-11-15 11:00





Bagi muslim, Anjing merupakan salah satu binatang yang dianggap najis. Bukan hanya dagingnya yang najis untuk dikonsumsi, sentuhan dengan kulit dan air liur anjing juga dianggap najis. Seorang muslim harus mencuci bagian tubuh yang terkena kulit dan air liur anjing denga tanah dan air sebanyak masing-masing tujuh kali agar kembali suci.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan seorang perempuan asal Malaysia, Nor Najwa untuk menyelamatkan seekor anjing liar yang terluka.

Berikut kisah Nor Najwa saat menyelamatkan anjing liar yang terluka, dikutip dari thevocket.com.

Suatu malam, Nor Najwa dan teman-teman kantornya mendengar suara rintihan anjing yang mirip suara tangis di dekat kantornya. Awalnya, ia merasa ketakutan mendengar suara itu, namun ia yakin itu suara hewan yang kesakitan. Keesokan harinya, Nor Najwa mulai mencari suara tangisan tersebut dan akhirnya menemukan Bimo di kolong sebuah mobil tak jauh dari kantornya tersebut.

Perjuangan Nor Najwa Saat Menyelamatkan Anjing Liar yang Terluka

Sebagai seorang perempuan dan terutama muslim, tentu Najwa merasakan takut saat akan menolong anjing tersebut. Takut diserang, takut najis, ketakutan yang rasanya wajar dirasakan seorang perempuan muslim yang bertemu anjing. Namun, Najwa mengurungkan rasa takutnya karena rasa kasihan melihat Bimo dalam keadaan tak berdaya. Anjing itu samasekali tidak sanggup menggerakkan badannya dan hanya mampu mengerang kesakitan.

Pada Anjing itu Najwa berkata, “Sore ini juga akan aku bawa kamu ke klinik. Tidak apalah kalau aku harus berkorban, semoga Tuhan mau membuka pintu rezekiku untuk menolongmu.”

Siang harinya, Najwa memberi makan Bimo dengan sepotong ayam rebus sambil memikirkan segala cara untuk membawa Bimo ke klinik hewan terdekat di daerahnya.

Karena keinginannya yang kuat untuk menolong anjing tersebut, Najwa akhirnya meminta bantuan teman-teman kantornya untuk membuatkannya sebuah jubah dari plastik agar ia tidak perlu terkena najis saat membawa Bimo. Ia kemudian menamai jubah plastik itu dengan nama: Superwoman!

Seru sekali, ya…

Perjuangan Nor Najwa Saat Menyelamatkan Anjing Liar yang Terluka

Sepulang kantor, Najwa pulang ke rumahnya untuk mengambil mobil ayahnya agari ia bisa membawa Bimo ke klinik. Namun sayang, sesampainya di rumah Najwa tidak menemukan mobilnya karena ayahnya sedang tidak ada di rumah.

Sampai di sini, Najwa tidak putus asa untuk menolong Bimo, bagaimanapun ia terus mencari cara agar bisa membawa Bimo ke klinik hewan. Ia akhirnya mendapat pinjaman mobil dari ibunya yang masih ada di kantor. Najwa kemudian kembali ke kantornya untuk membawa Bimo yang masih tergeletak tak berdaya ke klinik hewan.

Perempuan asal Shah Alam ini kemudian berusaha menggendong Bimo, namun ia kesusahan karena baju plastik yang dikenakannya untuk mengangkat Bimo. Najwa sampai meneteskan air mata karena haru saat Bimo terlihat menyambut tangannya namun ia tak sanggup mengangkat tubuh Bimo. Adegan ini sempat menjadi tontonan warga sekitar yang melihat seorang perempuan berhijab menangis sambil mencoba mengangkat seekor anjing dengan baju plastik yang membuatnya kerepotan. Akhirnya, seorang pria India membantunya untuk mengangkat Bimo ke pangkuannya.

Perjuangan Nor Najwa Saat Menyelamatkan Anjing Liar yang Terluka

Di sepanjang perjalanan menuju klinik, Bimo tampak mencari-cari perlindungan di dalam genggaman Najwa. Tangannya menggapai-gapai di pundak gadis itu hingga membuatnya khawatir ia akan menjilat wajahnya. Namun, Bimo seperti paham bahwa hal itu tidak dilakukannya. Ia tetap dalam posisinya tidak menyentuh sedikitpun bagian tubuh Najwa yang tidak tertutupi plastik.

Perjuangan Nor Najwa Saat Menyelamatkan Anjing Liar yang Terluka

Sesampainya di klinik, dokter mendapati bahwa anjing berusia 4 bulan tersebut terluka karena digigit anjing lain. Yang membuat Najwa tersentuh pada saat di klinik adalah Bimo mencari-cari dirinya saat sedang ditangani dokter di ruang rawat.

Perjuangan Nor Najwa Saat Menyelamatkan Anjing Liar yang Terluka

Setelah luka Bimo selesai diobati, Najwa membawanya kembali ke tempat pertama kali ia ditemukan lalu berkata, “Maaf ya, saya hanya bisa menemani kamu sebentar saja. Saya harus pulang karena sudah maghrib. Sampai ketemu besok, ya!”

Seakan paham apa yang dikatakan Najwa, Bimo lalu duduk mendengarkan dan membiarkan Najwa pulang.

Subhanallah, Najwa telah mencontohkan pada kita untuk terus berusaha dalam melakukan kebaikan, meskipun kebaikan pada sesuatu yang kita anggap haram atau najis. Lagipula, Rasulullah selalu mengajari kita untuk sayang pada binatang.

Semoga kebaikan Najwa dibalas Allah dengan kebaikan yang lebih lagi untuk dirinya. Aamiin.







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-12-07 17:06