Minaret of Jam, Simbol Kemenangan Islam dan Toleransi Antar Umat Beragama Yang Terlupakan

Posted on 2015-12-02 15:58





Dibangun pada tahun 1190 M dan terletak di bagian barat Afghanistan, Minaret of Jam adalah monumen agama kedua terbesar dari jenisnya di dunia.

Monumen yang berbentuk menara setinggi 65 meter ini tersembunyi di pegunungan yang mencapai ketinggian 2400 meter. Minaret terkenal lantaran karya seninya yang begitu indah, mencakup kaligrafi berpola geometris dan ayat-ayat indah yang diambil dari Alquran.

Selama berabad-abad menara ini terlupakan hingga ditemukan kembali pada tahun 1886 oleh Thomas Holdich. Namun tidak menjadi perhatian dunia sebelum perang Soviet dimulai dan arsitektur yang indah ini terputus dari dunia luar.

Menara ini kembali menjadi perhatian pada tahun 2002 ketika masuk dalam daftar UNESCO sebagai warisan dunia yang berada dalam bahaya.

Menara melingkar bersandar pada dasar segi delapan, memiliki 2 balkon kayu dan paling atas adalah lentera.

Menara ini diduga terinspirasi langsung dari Qutub Minar di Delhi, yang juga dibangun oleh Dinasti Ghurid. Setelah Qutub Minar di Delhi, India, Menara Jam adalah menara bata kedua tertinggi di dunia.

Minaret of Jam adalah satu dari sekitar 60 menara yang dibangun antara abad 11 sampai abad 13 di Asia Tengah, Iran dan Afghanistan, mulai dari Menara Timur Kutlug di Old Urgench (dianggap yang tertinggi dan masih ada) sampai menara di Ghazni.

Menara-menara ini diperkirakan dibangun sebagai simbol kemenangan Islam, sementara menara lainnya hanya landmark atau menara pengawas.

Menara Jam menampilkan 'bata panggang' yang disusun sangat rumit, dengan plesteran dan ornamen ubin mengkilap (mengandung kaligrafi Kufic dan Naskhi dari ayat-ayat Al Qur'an, yang berkaitan dengan Maryam, Ibunda Nabi Isa AS).

Dan Cruickshank, yang mengunjungi tempat itu, menulis tentang ukiran tersebut.

"Ini Surat Maryam, yang bercerita tentang Maryam dan Isa, yang dihormati dalam Islam, dan para nabi seperti Ibrahim dan Ishak. Surat ini berisi tentang sesuatu yang baik. Yudaisme, Kristen dan Islam memiliki beberapa kesamaan, bukan perbedaan. Tampaknya Ghurid menempatkan surat ini di sini untuk menyerukan harmoni dan toleransi di negeri itu, pesan yang lebih relevan untuk masa sekarang daripada sebelumnya," ujarnya seperti dikutip dari Amusing Planet.

Menara Jam sebenarnya merupakan bagian dari Kota Gunung Turquoise, yang merupakan ibukota Afghanistan yang hilang dari Abad Pertengahan - Firuzkuh (Firuz Koh).

Kota ini dulunya merupakan pusat multikultural yang makmur, sebelum akhirnya dihancurkan oleh putra Jenghis Khan di awal tahun 1220.

 

sumber: dream







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-11 12:00
Posted on 2015-11-08 12:00