Tak Mampu Beli Seragam, Guru Honorer ini Akhirnya Memakai Seragam Pertamanya di Usia 63 Thn

Posted on 2015-11-25 11:35





Rabu (25/11) merupakan peringatan Hari Guru Nasional. Meski tidak menjadi hari libur, publik nyatanya ikut merayakan dengan antusias dengan mengucapkan Selamat Hari Guru melalui media sosial. 

Di tengah perayaan yang gegap gempita itu, siapa sangka masih banyak guru yang nasibnya tak keruan. Hal ini karena sebagian besar pengajar rupanya masih menjabat sebagai guru honorer. 

Salah satunya adalah Pak Slamet, guru asal Yogyakarta yang mengabdi di sekolah perintis di wilayah terpencil Kecamatan Sebuku, Nunukan, Kalimantan Utara. Sudah 11 tahun Pak Slamet mengajar di SD 002 Seimenggaris yang merupakan sekolah pertama di pemukiman para transmigran. 

Di usianya yang ke-63 tahun, kerja keras Pak Slamet akhirnya berbuah manis. Lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang itu untuk pertama kalinya mengenakan seragam batik PGRI berwarna hitam putih. 

Batik PGRI tersebut adalah pemberian dari ketua PGRI Nunukan. Meski hanya dihadiahi, Pak Slamet tetap tersenyum bangga lantaran bisa menyandang seragam itu setelah belasan tahun mengajar. 

"Mau beli seragam ratusan ribu bagaimana, gaji hanya guru honor," kata Slamet seperti dilansir dari Kompas beberapa waktu lalu. "Yang penting masih diberi kesehatan saya bisa mengabdi." 

Sementara itu, SD 002 Seimenggaris sendiri baru dirintis pada 2004 silam oleh Pak Slamet bersama istri dan 6 warga imigran lainnya. Walau begitu, sekolah tersebut sudah meluluskan 6 siswa didik melalui ujian akhir yang menginduk di SD 008 Sei Fatimah, Nunukan.

Read more: http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00092314.html#ixzz3sTUab3gT









Artikel Menarik Lainnya