Masya Allah... Tukang Sapu Ini Ucapkan Syahadat Sebelum Meninggal Saat Bertugas

Posted on 2016-02-04 13:14





Ini kisah tentang Mohd Salleh Salam. Tukang sampah di kawasan Bukit Siput, Segamat, Malaysia. Pria 58 tahun ini wafat saat bertugas, dan mengucap syahadat sebelum menghembuskan nafas terakhir.

"Dia rebah ketika menyapu sampah dan sempat mengucap dua kalimat syahadat," tutur rekan Salam, Zainal Ibrahim, sebagaimana dikutip Dream dari laman myMetro, Selasa 2 Februari 2016.

Sama seperti Zainal. Salam merupakan pekerja kontrak. Sehari-hari, mereka bertugas membersihkan sampah. Menyapu kawasan di sekitar Jalan Genuang di Bukit Siput.

Dan kemarin, Salam mengaku kurang sehat. Namun dia memaksakan diri untuk tetap bekerja. Akhirnya pada pukul 08.30 pagi waktu setempat Salam meninggal dunia.

"Ketika jatuh, sapu dan tempat sampah yang dipegang terlepas dari tangannya dan saya mendengar dia mengucapkan kalimat syahadat," ujar Zainal.

Setelah itu, Zainal dan rekan-rekannya menggotong jasad Salam dan membaringkannya di atas bangku halte bus dan  membawanya dengan ambulans. Semoga khusnul khotimah. Amin

 

=========

 

Sahabat cahayamuslim.com, orang yang meninggal di saat bekerja menurut beberapa ulama itu adalah orang yang mati syahid. Kita semua sudah tahu bahwa orang yang meninggal dengan predikat syahid tiada balasan kecuali surga-Nya. Predikat syahid disematkan karena telah berprasangka baik (khusnudzdzan) kepada si mayit bahwa dia orang yang baik.

Kita yakin almarhum ketika menjalankan tugas / bekerja tidak ada niat lain kecuali niat ibadah kepada Allah. Tentunya orang yang meninggal pada saat beribadah adalah meninggal dalam keadaan syahid.

Hanya saja bedanya, orang yang mati syahid saat berperang melawan orang kafir perlakuannya lebih spesial. Jenazahnya tidak dimandikan. Kain yang menempel di badan dan berlumuran darah tidak dilepaskan. Mereka langsung dikubur dalam keadaan selesai perang.

Predikat mati sahid dalam Islam memang memiliki banyak makna. Bukan semata makna yang paling melekat yang selama ini kita ketahui, yaitu orang yang meninggal saat berperang mempertahankan agama Islam dari serangan orang-orang kafir. Tapi masih ada predikat mati syahid lain yang patut diberikan kepada orang meninggal selain saat berperang.

Di antara mereka adalah, seorang ibu yang meninggal saat berjuang melahirkan anaknya, orang yang meninggal di saat mempertahankan hak-hak dan harta benda yang dimilikinya, meninggal saat solat atau sedang beribadah, meninggal saat menjalankan amal soleh dan sebagainya.

Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa apapun yang kita kerjakan di muka bumi ini sebaiknya kita niatkan karena ibadah kepada Allah. Bukan semata ingin mencari kepentingan duniawi saja, tapi dasar utama dari yang kita lakukan itu adalah mencari ridha Allah. Jika niat itu sudah mendasari semua aktifitas kita, maka tak satupun gerak aktifitas kita kecuali karena ibadah kepada Allah. Sesuai dengan tujuan penciptaan kita sebagai makhluk Allah. “Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menghamba kepada Allah”. Sehingga kapanpun Allah Sang Pemilik dunia dan seisinya (termasuk kita, manusia) menghendaki untuk mengambil apa yang dimilikinya, di saat itu pula, kita berada dalam keadaan beribadah kepada Allah. Predikat syahid, khusnul khatimah dan masuk surga, akan menjadi tujuan akhir dari hidup di dunia ini. Insya Allah.

 

referensi berita: dream.co.id

 







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-10 08:00