Mainkan Handphone saat Hujan, Dua Warga Blitar Tewas Tersambar Petir

Posted on 2016-01-19 19:07





Dua orang warga di Kabupaten Blitar, Jawa Timur tewas tersambar petir saat berteduh di sebuah gubuk, dekat Sungai Glondong, Kecamatan Sutojayan. Korban saat kejadian diketahui sedang memainkan handphone.

Kepala Kepolisian Sektor Lodoyo Timur AKP Sukadi menjelaskan, sebelum kejadian korban bernama Supriyono, 35, warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan dan Zainal Abidin, 32, warga Kelurahan Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, sedang asik memancing. Kemudian hujan deras dan tiba-tiba petir menyambar keduanya.

"Saat itu korban sedang memancing, dan karena hujan berteduh di cungkup yang letaknya di dekat sungai, tempat kedua korban memancing. Mereka terluka akibat sambaran petir," tutur Sukadi seperti dikutip Antara, Senin (18/1/2016)

Menurut Sukadi, korban mengalami luka yang serius di bagian kepalanya. Jasad dua orang tersebut ditemukan warga. Petugas kepolisian kemudian membawa ke rumah sakit di Kecamatan Sutojayan untuk keperluan visum.

Selain berteduh di cungkup itu, lanjut Kapolsek, korban saat kejadian juga diketahui sedang memainkan handphone. Diduga, karena bermain telepon seluler itu, petir menyambar.

"Kami mengimbau warga lebih berhati-hati terutama saat hujan turun serta tidak menyalakan barang elektronik selama hujan turun. Hal itu dilakukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," Ucap Kapolsek.

Sejumlah warga yang juga ikut memancing mengaku awalnya sempat mendengar suara keras meminta tolong. Mereka juga langsung mendatangi asal suara itu dan menemukan dua orang tersebut sudah dalam keadaan tergeletak.

"Saat itu ada beberapa pemancing yang juga berteduh, tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat keras. Saya juga mendengar teriakan meminta tolong dari arah cungkup dan melihat mereka sudah tergeletak," ujar salah seorang warga bernama Susilo. 
AZF









Artikel Menarik Lainnya