Kisah Renungan: Sebagian Hartaku Adalah Milik Ibuku

Posted on 2015-12-22 08:52





Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata:

"Nak, bolehkan ibu meminjam uang 100 ribu?"

'Ibu terpaksa meminjam karena ada perlu buat beli beras"

dan sang anak pun hanya diam dan tidak langsung menjawab permintaan ibunya. setelah terdiam beberapa saat dan dengan muka datar sang anak pun berkata:

"Iya Bu sebentar, nanti aku tanyakan pada istriku" seakan berat hati untuk bilang "iya" karena takut pada istrinya yang belum tentu "mengiyakannya".

Sang anak pun masuk kedalam rumah untuk menanyakan kepada istrinya, apakah boleh meminjamkan uang 100 ribu kepada ibunya untuk beli beras.

beberapa langkah sang putra sebelum menemui istrinya, dia secara tak sengaja melihat kardus susu anaknya yang dibandrol harga Rp. 60ribuan. Kemudian dia merenung sebentar dan memikirkannya.

"susu anakku harganya 60 ribuan dan butuh waktu 3 hari baru habis dan butuh 10 kardus setiap bulannya, sedangkan anakku sudah 3 tahun meminum susu itu..."

dia pun berhitung 60 ribu x  10 kardus x 36 bulan (3 tahun) = 21.600.000 (dua puluh satu juta enam ratus ribu).

Dia berfikir lagi, waktu kecil ibuku hanya memberikan ASI, lebih steril dan harganya pun tak terhingga. Namun yang paling mahal bagaimana ibuku ketika memberiku ASI, dia dengan tegar menggendongku, kadang tengah malam ibuku dengan sabar memberikan ASI-nya untukku dengan penuh kasih sayang dan kelembutannya.

"jika anakku butuh puluhan juta untuk susunya, bagaimana dengan ASI yang diberikan Ibuku yang telah diberikan kepadaku, hingga mengantarku bisa menjadi seperti ini"

Sang anak pun tetap masuk ke dalam rumah dan kembali dengan mata berkaca-kaca setelah memikirkan hal itu.

Saat ibunya dengan wajah teduh dimakan usia menanti harap-harap cemas apakah dipinjami uang, sang putra pun memandangnya dan memeluknya sambil menitikkan air mata serta berkata:

"Ibu maafkan putramu ini, ibu yang telah memberikan kepadaku semua kasih sayang, harta dan semuanya tanpa pamrih dan kuterima dengan "gratis"

"Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi Ibu"

sambil mengecup keningnya dan mengeluarkan uang 3 juta dari sakunya sambil menangis ia berkata: 

"ibu jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah harta ibu juga. Do'akan anakmu agar selalu berbakti kepadamu" 

Sambi berkaca-kaca sang ibu pun berkata:

"Nak... di setiap keadaan, ibu selalu berdo'a agar kelak kita semua dikumpulkan di dunia dan di Surga Allah dalam kebahagiaan.

Demikian kisah renungan ini, semoga kita dapat mengambil hikmah darinya. Dan hari ibu tidak hanya diperingati 22 Desember saja, namun sebagai umat Islam kita wajib memperingati setiap hari dan memuliakan ibu kita. wassalam







Artikel Menarik Lainnya