Kampanye Penutupan Masjid, Jubir Donald Trump Keok Saat Debat Dengan Muslimah Berhijab

Posted on 2015-11-21 19:00





Ada hal menarik dari program The Kelly File di Fox News beberapa waktu lalu.

Kelly mengundang Katrina Pearson, juru bicara dari tim sukses Donald Trump dan Saba Ahmed, seorang founder dari koalisi republik muslim di Amerika Serikat.

Isu debat yang diangkat oleh Kelly malam itu adalah rencana Trump yang akan menutup masjid di AS, jika dia nanti terpilih sebagai presiden.

Pearson, yang juga dikenal sebagai mantan pemimpin dari Tea Party mengatakan bahwa rencana tersebut berdasarkan fakta pelaku insiden bom bunuh diri Boston, merupakan anggota masjid lokal.

Tea Party adalah sebuah gerakan politik yang mengkritisi sejumlah undang-undang federal AS.

“Megyn, kami ke masjid untuk berdoa,” pungkas Ahmed.

“Sangat mengerikan mendengar kenyataan bahwa kebebasan beragama dibatasi hanya karena ada yang berpikir bahwa ada pihak yang keberatan,” imbuhnya.

Kemudian, Ahmed melanjutkan argumen dengan bertanya, apakah pihak gereja akan menutup pintu untuk seluruh umatnya, karena ada satu dua orang yang melakukan kejahatan

Lalu, Ahmed menegaskan bahwa tindakan teroris tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam. Sebab, muslim yang benar tidak saling menyakiti dan membunuh sesama manusia.

Selain topik argumen yang dibahas, hal yang ramai dibicarakan adalah kerudung Ahmed yang bermotif bendera Amerika Serikat.

Keputusan Ahmed mengenakan motif garis dan bintang-bintang khas bendera AS, mendapatkan respon positif dari banyak pihak.

Kaum muslim yang menjunjung nasionalisme sebagai warga AS, sangat mendukung pilihan hijab Ahmed dalam program televisi tersebut.

 









Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-10-22 19:00