Injak Quran, White Dove Alias Dewi Akhirnya Dipecat & Diusir Dari Kep. Karimun

Posted on 2016-02-06 10:25





Balasan Allah akan menimpa siapa saja yang menghina Al Quran dan tidak mau bertaubat. Jika tidak di dunia ini, balasan yang lebih pedih menanti di akhirat nanti.

Akun White Dove alias Dewi menggegerkan dunia maya, baru-baru ini. Dengan terang-terangan ia menghina Al Quran. 

“Ya, memang harus diinjak. Karena aku pernah dengar ustad ceramah di masjid mengatakan Alquran adalah pijakan hidup kita,” tulisnya di bawah foto sepasang kaki menginjak mushaf. 

Sontak, akun White Dove segera menuai kecaman netizen terutama dari Kabupaten Karimun, tempat domisili Dewi. Tak cukup kecaman di Facebook, warga Karimun segera membawa masalah itu ke dunia nyata. White Dove alias Dewi dilaporkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karimun. Warga mengancam, jika masalah tersebut tidak selesai di MUI, mereka akan melaporkan Dewi ke kepolisian.

Pada Senin (1/2/2016) pagi, Dewi dipanggil MUI untuk disidang di Masjid Agung Karimun. Dewi dikawal ketat polisi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan karena wanita itu telah membuat marah masyarakat setempat.

Dalam sidang, Dewi meminta maaf kepada umat Islam dan mengaku tidak sengaja melakukan penghinaan tersebut.

“Saya minta maaf,saya tak sadar waktu menulis komentar Facebook itu karena saat menulis sudah larut malam dan mata saya mengantuk,” kata Dewi seperti dikutip BeritaKarimun.

Masyarakat Karimun yang marah kepada Dewi menuntut karyawan PT Saipem Indonesia Karimun Branch itu diusir dari Karimun. MUI pun sependapat dengan tuntutan masyarakat.

Dewi dipecat dari pekerjaannya (Beritakarimun.com)

Akhirnya, Dewi benar-benar meninggalkan Kabupaten Karimun pada Selasa (2/2/2016) siang. Ia dipulangkan ke kampung halamannya di Sumatera Utara. Personel Satreskrim Polres Karimun mengawal Dewi hingga ke Bandara Hang Nadim Batam.

Selain diusir dari Karimun, Dewi juga telah dipecat dari pekerjaannya oleh PT Saipem Indonesia Karimun Branch.

sahabat cahayamuslim.com, Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu, setiap Muslim wajib memuliakan dan mensucikan al-Quran. Para Ulama sepakat bahwa memuliakan dan mensucikan al-Quran adalah wajib. Karenanya, siapa saja kaum Muslim yang menghina al-Quran, berarti telah melakukan dosa besar, bahkan telah dinyatakan murtad dari Islam. Imam an-Nawawi, dalam At-Tibyan fi Adabi Hamalah al-Qur’an, menyatakan:

Para ulama telah sepakat tentang kewajiban menjaga mushaf al-Quran dan memuliakan-nya. Para ulama Mazhab Syafii berkata, “Jika ada seorang Muslim melemparkan al-Quran ke tempat kotor maka dihukumi kafir (murtad).” Mereka juga berkata, “Haram menjadikan al-Quran sebagai bantal.

Bukan hanya itu, bahkan para ulama telah mengharamkan menjadikan kitab-kitab yang penuh dengan ilmu sebagai bantal atau tempat bersandar.” Dalam rangka memuliakan al-Quran disunnahkan jika kita melihat al-Quran untuk berdiri, karena berdiri untuk menghormati ulama dan orang-orang terhormat adalah sunnah, apalagi menghormati al-Quran. Diriwayatkan dari Ibn Abi Malikah bahwa Ikrimah bin Abi Jahal pernah meletakan al-Quran di depan wajahnya, seraya berkata, “Wahai kitab Tuhanku, wahai kitab Tuhanku.”

hukum menghina al-Quran jelas-jelas haram, apapun bentuknya, baik dengan membakar, merobek, melemparkan ke toilet maupun menafikan isi dan kebenaran ayat dan suratnya. Jika pelakunya Muslim, maka dengan tindakannya itu dia dinyatakan kafir (murtad). Jika dia non-Muslim, dan menjadi Ahli Dzimmah, maka dia dianggap menodai dzimmah-nya, dan bisa dijatuhi sanksi yang keras oleh negara. Jika dia non-Muslim dan bukan Ahli Dzimmah, tetapi Mu’ahad, maka tindakannya bisa merusak mu’ahadah-nya, dan negara bisa mengambil tindakan tegas kepadanya dan negaranya. Jika dia non-Muslim Ahli Harb, maka tindakannya itu bisa menjadi alasan bagi negara untuk memaklumkan perang terhadapnya dan negaranya.

Jadi kurang toleransi apa muslimin di Indonesia? meskipun Dewi telah menghina Islam & menginjak kalam Allah, namun hukumannya cuma sebatas diusir dari kep. Karimun/Batam.

 

sumber berita: beritakarimun.com









Artikel Menarik Lainnya