Ibu Pengidap Kanker Payudara Yang Ditelantarkan & Diusir Warga, Akhirnya Meninggal Dunia

Posted on 2016-02-12 15:32





Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, Rosida (46) penderita kanker payudara menghembuskan napas terakhir di RS Dharmais, Jakarta Barat.

Sebelum meninggal, ibu satu anak ini ditelantarkan warga di Kp Muara Beres, Cibinong, Bogor dengan ditaruh di sebuah gerobak.

"Meninggal pukul 08.00 WIB," kata salah seorang aktivis lovepink, seperti dilansir dari laman detik.com, Jumat (12/2/2016).

Selama empat hari Rosida berada di gerobak sampai seorang warga memfoto dan mengunggah ke media sosial. Dari kontrakannya dia ditaruh warga di gerobak dan didiamkan begitu saja.

Dari media sosial tersebut, bantuan datang dan Rosida dibawa dengan ambulans milik penyanyi Andien ke RS Dharmais. Organisasi kemanusiaan lovepink yang memprakarsai pertolongan pada Rosida.

"Kondisi almarhumah memang sudah menurun. Kesadaran menurun, sudah tidak bisa diajak bicara sejak Rabu malam lalu, oksigen di darah juga sudah kurang," terangnya.

Sebagai informasi, Rosida sudah tidak memiliki suami, dan seorang anaknya tidak diketahui keberadaannya. Karena kanker payudara Rosida yang sudah pecah, bau tidak sedap keluar dari tubuhnya. Karena hal tersebut, warga menaruh Rosida di gerobak selama empat hari, dan tidak mendapatkan perawatan.

 "Beliau pun akhirnya hidup nomaden, karena diusir dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Terakhir, 5 hari lalu ia diusir dari kontrakannya karena kanker payudara tersebut sudah mengeluarkan bau yang menyengat seperti bangkai.

Tak punya pilihan lain, akhirnya Rosida tinggal di gerobak dan hanya bisa tiduran saja. Tanpa atap, tanpa baju. Hanya selembar kain. Tak makan selama 4 hari. Buang air kecil dan besar di gerobak tersebut sehingga sekujur tubuhnya penuh dengan kotoran.

sahabat cahayamuslim.com, tetangga yang baik adalah tetangga yang ikut memperhatikan tetangga yang ada di sekitarnya. Dia yakin betul bahwa semua kebaikan yang ia berikan dan lakukan buat tetangganya akan dihisab oleh Allah -Azza wa Jalla- di Padang Mahsyar kelak, sehingga ia pun serius dan berlomba-lomba memperhatikan dan membantu para tetangganya.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ

“Bukanlah orang yang beriman, seorang yang kenyang, sedang tetangganya kelaparan”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Al-Adab Al-Mufrod (no. 112), Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (no. 12741) dan lainnya. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib (no. 2562)]

Di dalam hadits ini terdapat isyarat tentang tercelanya kenyang, sementara para tetangganya kelaparan. Ini menunjukkan bahwa pelaku perbuatan tercela ini tak memiliki rasa malu, sedang malu itu termasuk keimanan. Jika ia punya rasa malu dan iman, maka pasti ia tak akan menelantarkan tetangganya. Bahkan ia akan memuliakan dan membantunya. Seorang yang berharta tak layak menahan pemberiannya kepada tetangga. Sebab pemberian di kala mereka susah merupakan hak tetangga atas tetangga lainnya. [Lihat Syu’abul Iman(7/454, 10/161 dan 12/87) karya Abu Bakr Al-Baihaqiy -rahimahullah-]

Tegakah seorang yang memiliki iman di hati saat melihat saudaranya kelaparan, sementara itu ia bersenang-senang?! Perbuatan seperti ini haram dan tercela!!!

Wahai orang yang beriman, jadilah sebaik-baik orang di sisi Allah -Azza wa Jalla-, niscaya Allah akan mencintaimu.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

خَيْرُ الأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ ، وَخَيْرُ الجِيرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada tetangganya”. [HR. At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (no. 1944). Hadits ini dinilai shohih oleh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (6566) ]

Al-Imam Abdur Ra’uf  Al-Munawiy -rahimahullah- berkata,

فَكُلُّ مَنْ كَانَ أَكْثَرَ خَيْرًا لِصَاحِبِهِ وَجَارِهِ، فَهُوَ أَفْضَلُ عِنْدَ اللهِ، وَالْعَكْسُ بِالْعَكْسِ

“Setiap orang yang lebih banyak kebaikannya kepada teman dan tetangganya, maka dialah yang paling afdhol (utama) di sisi Allah. Demikian pula sebaliknya”. [Lihat At-Taisir bi Syarh Al-Jami’ Ash-Shoghier (1/1065), oleh Al-Munawiy, cet. Maktabah Al-Imam Asy-Syafi’iy,Riyadh, 1408 H]

Disinilah pentingnya seorang mengetahui kedudukan dirinya dan tugasnya dalam hidup bermasyarakat dengan para tetangga, baik ia muslim atau kafir. Dia berusaha berbuat bagi kepada mereka sesuai dengan aturan dan batasan syariat.

Syaikh Faishol Alu Mubarok -rahimahullah- berkata,

فيه : الحث على الإحسان إلى الجيران ، وكف الأذى عنهم والانبساط إليهم

“Di dalamnya terdapat anjuran untuk berbuat baik kepada para tetangga dan menahan gangguan dari mereka serta bergembira di hadapan mereka”. [Lihat Tathriz Riyadh Ash-Sholihin (1/222)]

 

Jadi sahabat, nasib malang yang diterima Rosida yang paling bertanggung jawab adalah orang-orang disekitarnya (tetangga). Mereka turut berdosa karena tidak memperhatikan, menelantarkan bahkan menyakitinya dengan mengusirnya hingga ibu Rosida meninggal dunia. Semoga bu Rosida telah memaafkan orang-orang tersebut. 

Semoga Allah mengampuni dan menempatkan beliau ditempat terbaik sesuai dengan amal ibadahnya. Amin... 

sumber berita: detik.com











Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-10 08:00