Habis Nikah, Pagi Harinya Suami Gugat Istri Karena Tertipu Makeup Saat Pesta Pernikahan

Posted on 2016-02-05 10:46





Sang suami terkejut saat bangun pagi. Sebab dia mendapati wajah sang istri benar-benar berbeda. Tak secantik saat bermakeup ketika pernikahan semalam.

Kasus pernikahan unik terjadi di Aljazair. Pengantin pria menggugat wanita yang baru dinikahi karena wajahnya tak secantik saat menggunakan makeup dalam pesta pernikahan mereka.

Dikutip Dream dari laman Emirates 24l7, Selasa 4 Agustus 2015, di pengadilan, sang pengantin pria mengaku terkejut setelah bangun tidur keesokan hari. Sebab, usai pesta pernikahan itu, dia mendapati wajah sang istri sangat berbeda.

Pria itu bahkan mengaku, perbedaan itu membuatnya tak lagi mengenal sang istri. Dan dia malah mengira perempuan yang sekamar dengannya itu adalah pencuri yang menyusup ke rumahnya.

“Pengantin pria berkata kepada hakim bahwa dia tak mengenali istrinya setelah dia [sang istri] membasuh makeup dari wajahnya,” demikian laporan surat kabar setempat sebagaimana dikutipDream dari Emirates 24l7.

Pria itu merasa ditipu oleh istri yang baru dinikahi itu. Namun tak jelas, seberapa bagus makeup itu sehingga bisa mengubah wajah sang pengantin wanita. Yang pasti kasus ini telah bergulir di pengadilan. Sang laki-laki menuntut ganti rugi US$20 ribu sebagai kerugian psikologis.

“Dia mengatakan dia tampak sangat cantik dan menarik sebelum menikah, tetapi ketika ia bangun di pagi hari dan menemukan bahwa ia telah mencuci make-up wajahnya, ia takut karena ia pikir ia adalah seorang pencuri.” Aneh-aneh saja.

sahabat cahayamuslim.com, sebagian pengantin di hari H berdandan dengan make up yang menor, lipstick dan bedak yang tebal. Padahal jika ia tidak berdandan, masih tetap kelihatan cantik dan tamu pun tidak akan bubar. Kami malah takut jika melihat tampilan pengantin seperti itu, kenapa tidak berpenampilan apa adanya?

Di antara perintah bagi wanita adalah untuk berdiam di rumah dan tidak berhias. Sebagaimana disebutkan dalam ayat,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33).

Yang dimaksud dengan ayat ini adalah hendaklah wanita berdiam di rumahnya dan tidak keluar kecuali jika ada kebutuhan. Dan di antara kebutuhan adalah mengerjakan shalat.

Sedangkan yang dimaksud berhias adalah jika seorang wanita ke luar di hadapan laki-laki. Demikian kata Mujahid.

Maqotil bin Hayan mengatakan bahwa yang dimaksud berhias diri adalah seseorang memakai khimar(kerudung) di kepalanya namun tidak menutupinya dengan sempurna. Dari sini terlihatlah kalung, anting dan lehernya. Inilah yang disebut tabarruj (berhias diri). Silakan kaji dari kitab Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 183 (terbitan Dar Ibnul Jauzi).

Disebutkan dalam Tafsir Al Jalalain, wanita yang disebut berdandan ala jahiliyah yang pertama adalah berdandan yang dilakukan oleh wanita dengan berpendampilan cantik di hadapan para pria. Sedangkan dalam Islam, yang boleh ditampakkan disebutkan dalam ayat,

وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur: 31). Lihat Tafsir Al Jalalain, hal. 433.

Jika seorang wanita memakai make-up, bedak tebal, eye shadow, lipstick, maka itu sama saja ia menampakkan perhiasan diri. Inilah yang terlarang dalam ayat (yang artinya),

Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya” (QS. An Nur: 31).

Semoga kita dapat memetik hikmah dari kejadian ini. amin ya robbal alamin...

 

sumber berita: dream.co.id

foto: google.com/foto hanya sebatas media ilustrasi tanpa adanya tendensi tertentu.







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-10 08:00