Ingin Buah Hati Menjadi Sholeh dan Sholeha? Didiklah Dengan Cara Rasulullah

Posted on 2015-11-01 12:00





Setiap orangtua pasti mendambakan anaknya tumbuh menjadi anak yang pintar, sholeh/sholehah, serta membanggakan kedua orang tuanya. Karena itu pentingnya pendidikan anak dimulai dari pendidik yang baik pula untuk mengajarkan anak segala hal. Namun seringkali orangtua menggantungkan pendidikan ini kepada sekolah, guru atau lembaga bimbingan belajar , dan lupa bahwa kunci pendidikan awal , adalah lingkungan rumah yang didalamnya terdapat orang tua sebagai pendidik utama bagi anak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengajarkan bagaimana cara mengatur keluarga termasuk mendidik anak. Bagaimana cara Rasul mendidik anak? Berikut tahapan tahapannya :

Sebelumnya orangtua perlu memahami bagaimana mendidik anak sesuai dengan usia tumbuh kembangnya, diharapkan nantinya anak bisa menjadi cerdas baik secara emosi maupun intelegensinya.

Fase usia 0-6 tahun

Usia ini merupakan masa Golden Age bagi anak karena anak mengalami tumbuh kembang yang sangat cepat. Sehingga pentingnya pada usia ini anak diberikan stimulus yang positif untuk membentuk kecerdasan anak. Rasulullah menganjurkan untuk bersikap lemah lembut terhadap anak yang masih kecil ini, merawatnya dengan baik, memanjakan, memberikah kasih sayang dan membangun kedekatan dengan anak.

Fase usia 7-14 tahun

Usia ini anak mulai dikenalkan dengan kedisipilinan dan tanggungjawab agar lebih mandiri. Anak mulai belajar mengenai kewajiban akan shalat lima waktu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat :

Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)

Berilah hukuman kepada anak dengan hukuman yang sifatnya tidak merugikan dan menyalahkan anak, tetapi sesuai dengan kesepakatan antara orangtua dan anak atas pelanggaran yang dilakukan anak. Ajarkan pula anak untuk melakukan aktivitas di rumah sendiri agar melatih kemandiriannya di lingkuan sosial, hal ini juga bisa melatih kecerdasan emosionalnya juga.

Fase usia 15-21 tahun

Pada fase ini merupakan tahapan masa remaja dimana anak sedang dalam proses mencari identitas diri. Anak akan mudah memberontak, dan mudah terpengaruh oleh kelompok teman sebayanya. Bahkan anak akan lebih memilih peraturan yang diterapkan oleh kelompok teman sebayanya agar mereka bisa ikut dalam kelompoknya.

Disini perlunya orangtua untuk membentuk pola kedekatan dengan anak, dengan frekuensi komunikasi yang lebih sering dan berkualitas. Hubungan emosional yang dekat dengan anak akan membangun kualitas hubungan orangtua dan anak, sehingga anak akan merasa bahwa orangtua sebagai sahabat yang bisa memberikan solusi bagi setiap permasalahan anak di lingkungan sekolah juga sosialnya.

 

Shafira.com







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-08 10:00
Posted on 2015-10-30 21:14