Bintang Hollywood Ini Ngamuk Saat Debat Live Karena Islam Dihina Sebagai Organisasi Mafia

Posted on 2016-01-05 09:21





Aktor terkenal Hollywood Ben Aflleck, ngamuk saat mengikuti diskusi mengenai ideologi jihadisme bagi umat Islam, dalam acara televisi bertajuk "HBO's Real Time With Bill Maher."
Aktor ganteng tersebut naik pitam, saat si pembawa acara (Bill Maher) menyatakan penganut bisa disamakan dengan organisasi mafia.

Selain Maher, penulis yang juga bintang tamu dalam acara yang dihelat pada Jumat (3/10/2014) itu, Sam Harris, juga melontarkan pernyataan kontroversial yakni Islam merupakan sumber segala ide buruk.
Meski bukan seorang Muslim, pernyataan Maher dan Harris tersebut membuat aktor peraih Piala Oscar tersebut ngamuk.

"Kalian mengatakan hal yang jelek. Itu kotor dan rasis. Itu sama saja kalian mengatakan 'para Yahudi licik'," cecarnya.
Percakapan dalam acara itu memanas saat Harris, yang mempromosikan bukunya "Waking Up", mengatakan kaum liberal gagal dalam mendekonstruksi wacana teokrasi Islam.
"Setiap ada yang mengkritik Islam, selalu dicap sebagai Islamophobia. Itu hal konyol," tuding Harris.

Mendengar hal tersebut, Afleck merespons dengan mengatakan, "Apakah Anda orang yang mengerti doktrin resmi dikodifikasikan Islam." Harris lantas mengatakan, "Saya benar-benar berpendidikan dalam hal ini sebelum Affleck."

Maher, pembawa acara yang juga dikenal sebagai satiris serta ateis, lantas menimpali "kita harus bisa mengkritik ide-ide buruk dan Islam adalah 'ibu' dari segala ide buruk," tudingnya.
Pernyataan Maher itu, merujuk pada buruknya perlindungan terhadap hak kaum perempuan di negara-negara Islam. "Setiap ada yang mengkritik Islam, mereka akan diburu, sehingga orang Islam seperti anggota organisasi Mafia," tambahnya.

Kontan, pernyataan Harris dan Maher tersebut menaikkan tensi kemarahan Afflek. Setengah berteriak, aktor film "Batman Vs Superman" tersebut menegaskan, "Mayoritas orang Islam tidak sama seperti ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah)," imbuhnya.

"Banyak Muslim yang menolak ISIS. Banyak dari mereka tidak menyiksa wanita, dan memakan roti seperti roti yang kalian makan!" tutur Affleck setengah berteriak.
"Kalian harus menghitung miliaran kaum Muslim yang tidak fanatik buta! Pernyataan kalian tidak adil," tandasnya.

Belum diketahui komentar resmi dari Affleck mengapa sangat emosional menanggapi pernyataan Maher dan Harris. Affleck sejauh ini tidak dikenal sebagai simpatisan Islam. Namun dia pernah menyutradarai Argo, film tentang penyelamatan sandera AS saat pecah Revolusi Islam Iran 1979.

Jejaring sosial dan media massa di AS ramai membicarakan kemarahan Affleck. Tak sedikit publik yang mendukung pandangan sang aktor, karena Maher dinilai sudah kelewatan menyebar propaganda.

Maher sepekan lalu dua kali berdebat dengan pendukung Islam karena topik yang sama. Tak cuma lawan Affleck, tiga hari sebelumnya dia dikritik habis-habisan oleh sejarawan Reza Aslan, sewaktu dialog di televisi CNN.

Maher bilang bahwa semua negara mayoritas penduduknya muslim, jahat pada perempuan dan mengabaikan hak asasi. Aslan, yang berdarah Iran, menyanggah pendapat itu.

"Kalau anda bilang semua negara berpenduduk muslim, berarti kita membicarakan pula Indonesia, Turki, atau Malaysia. Di sana, hak perempuan sama dengan lelaki. Bahkan Indonesia punya presiden perempuan, sesuatu yang tidak pernah dimiliki Amerika Serikat sampai sekarang," kata Aslan.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/0xtMbxXBJ9w" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

 

sumber: tribun/merdeka/youtube









Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-10-22 19:00