Bandingkan Nabi Muhammad Dengan Paus, Guru Ini Ditahan & Dikecam

Posted on 2016-02-04 10:31





Nasib tragis menimpa seorang guru di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Pangkalpinang. Guru bernama Erma Ginting itu dilaporkan ke Walikota dan Kepolisian Resor Pangkalpinang setelah memposting tulisan yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW di facebook miliknya.

Dalam akun Facebook miliknya, Erma Ginting sengaja memposting sebuah tulisan yang membandingkan Nabi Muhammad dan Paulus.

Erma yang juga mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia ini membantah jika ia sengaja menulis untuk menyudutkan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya tulisan itu ia salin dari sebuah situs lalu membaginya di Facebook. Ia hanya semata-mata ingin tahu kebenaran akan perbandingan tersebut.

Erma Ginting (berkacamata)

erma-ginting_Source: tribun

“Saya memposting tulisan itu karena ingin melihat komentar yang benar terhadap isi tulisan itu. Saya tidak tahu kebenarannya karena saya bukan beragama islam. Jadi saya ingin tahu kebenarannya seperti apa hingga memposting tulisan itu. Cuma saya tidak menyangka reaksinya seperti ini,” ujar dia.

Berikut penggalan Posting Erma berupa perbandingan antara Paulus dan Nabi Muhammad dalam 12 pertanyaan.

1. Membunuh setelah jadi rasul?
Paulus: Tidak
Muhammad: Ya

2. Kebal terhadap racun?
Paulus: Ya
Muhammad: Tidak

3. Bermukjizat Penyembuhan?
Paulus: Ya
Muhammad: Tidak

4. Dapat mengusir roh jahat?
Paulus: Ya
Muhammad: Tidak

5. Menjelaskan maksud sunat?
Paulus: Ya
Muhammad: Tidak

Akibat keisengannya itu, walhasil Erma Ginting harus ditahan di kantor polisi, Senin (1/2/2016). Guru senior di sebuah SMA di Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung ini ditahan di Rutan Polres Pangkalpinang setelah sebelumnya, Erma ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang dilaporkan pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Bukti postingan Facebook Erma Ginting  

bukti-postingan-erma-ginting_Source: tribun

Kepala Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Paidi Ahmad mengatakan apapun yang dilakukan bersangkutan baik disengaja atau tidak, harus melakukan klarifikasi dan permintaan maaf terhadap umat Islam.

Sementara itu Ketua Gereja Persekutuan Indonesia Kota Pangkalpinang, Pendeta Sanema mengaku prihatin akan kejadian ini, menurutnya,sebagai tenaga pendidik Erma seharusnya bisa secara bijaksana dan paham terlebih dahulu, apakah tindakan yang dilakukan akan berakibat baik atau buruk.

Lebih lanjut Pendeta Snema menjelaskan bahwa Erma Ginting hanya memposting ulang tulisan yang ia dapat dari jemaat lain.

“Dari apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan (EG,-red) kalau yang memposting itu karena ketidak pahamnya, jadi bukan dia yang menulis itu. Katanya tulisan itu dari jema’at mula-mula. Dari situ dia dapat tulisan itu lalu dipostingnya dengan tujuan mendapat penjelas dari pembaca apakah hal itu benar atau tidak,” ungkapnya.

Source: koranbabel.com

 Tak usah panik dengan penghinaan, kemuliaan Nabi Muhammad tidak akan seinci pun berkurang dengan hinaan. Bagaimana menurutmu?

  

Sumber : Tempo-hellopet







Artikel Menarik Lainnya