Presenter IB Dituding Ajak Aktor FTV Berhubungan Intim Sesama Jenis

Posted on 2016-01-29 09:16





Kuasa hukum dari seorang pria pemain FTV menyatakan bahwa kliennya itu berkali-kali diajak untuk berhubungan intim sesama jenis oleh pembawa acara, artis peran, dan penyanyi terkenal dengan inisial nama IB.

Lanjut si kuasa hukum, ajakan untuk kliennya yang berinisial nama LGA itu datang melalui SMS dan Line.

"Saya ada bukti kalau IB ini ada pesan ajakan ML (making love atau berhubungan intim). Kan ini aneh ya? IB kan sudah punya istri. Saya mau laporkan itu, ya karena ajakan ML itu apa baik? Kan enggak," terangGading Satria Nainggolan, kuasa hukum LGA, dalam wawancara per telepon, Kamis (28/1/2016) ini.

Gading mengaku, pada Kamis ini ia sudah datang ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta, untuk melaporkan IB atas dugaan mengirim pesan yang melanggar kesopanan. Namun, sambungnya, polisi belum bisa menerima laporannya itu.

"Saya dan klien saya tadi ke Polda mau melaporkan (dengan) pasal 27 ayat 1 UU ITE. Laporannya tentang mengirimkan pesan yang melanggar kesopanan. Tapi, kata orang cyber Polda, yang melanggar kesusilaan itu pengertiannya seperti apa?" tutur Gading.

"Saya katanya diminta ke ahli bahasa dulu untuk cari tahu apa itu kesusilaan," sambungnya.

"Tujuan kami mau bikin laporan, tapi belum diterima. Saya enggak ngerti, kenapa ajakan ML itu kok (dianggap) enggak melanggar kesusilaan," tuturnya lagi.

Gading menambahkan bahwa LGA mulai diminta melayani IB pada November 2015.

"Bulan November 2015 dan dilakukan berulang-ulang sampai bulan ini. Enggak setiap hari, tapi berulang-ulang," ujarnya.

"IB ajak lewat SMS, Line. Saya ada buktinya semua, kok," terangnya lagi.

UPDATE:





Bukti Rekaman Suara telepon Pelecehan Seksual Diduga Indra Bekti dengan Lalu Gigih

Salah satu korban pelecehan yang di duga di lakukan indra bekti akhirnya membuka rekamannya, kalau mendengar bukti rekamannya memang jelas itu suara indra bekti.

berikut isi transkrip rekaman tersebut:

Di menit 00:00-00:57, isi percakapan soal rencana laporan Gigih ke Polda Metro Jaya terhadap Bekti, atas dugaan pelecehan seksual.

Bekti: Emang benar?

Gigih: Apanya?

Bekti: Ya itu laporannya,

Gigih: Kalau Kak Indra merasa nggak salah ngapain takut sih?

Bekti: Maksudnya emang benaran kamu ngelaporan itu?

Gigih: Menurut Kak Indra sendiri gimana? Misalnya, gini saja kalau Kak Indra merasa nggak salah ngapain takut?

Begitu tahu akan dilaporkan, pria yang diduga Bekti itu mencoba menahan. Ia tidak mau masalah ini diketahui awak media.

Bekti: Tapi nggak perlu, aku nggak mau sampai seperti ini. Sampai kesitu-situ gitu loh. Nanti infotaiment (ngejar) segala macem gitu. Ini masuk ke polisi soalnya. Memang kamu benar, begitu (melapor)? Kenapa?

Gigih: Makanya sekarang poinnya kalau Kak Indra merasa nggak salah, ngapain takut kakak?

Bekti: I know, tapi...

Di menit 01:10-02:44, isi percakapan masih seputar rencana laporan Lalu Gigih Arsanofa terhadap Indra Bekti. Dalam rekaman yang diduga percakapan keduanya, suara pria yang terdengar seperti Bekti memohon dengan baik agar Gigih tidak melanjutkan perihal masalah internal mereka ke Polda Metro Jaya.

Bekti: Kita kan baik-baik saja, kalau memang cara aku salah ya yang mungkin yang waktu itu kamu nggak mau ya sudah. Berarti, kalau misalnya kamu mau pulang ke Lombok, ya sudah aku bayarin, tapi jangan beginilah. Aku nggak mau ada laporan itu,

Gigih: Tapi kakak ngerasa nggak salah, jadi nggak usah takut.

Bekti: Kamu mau dikenal (publik) dengan cara seperti ini? Jangan dong!

Gigih: Aku pengen yang sederhana saja sih, kehidupan. Gitu doang,

Bekti: Ya sudah, tapi berarti nggak usah ada kisah itu. Karena nama kamu juga nanti bakal tercemar juga. Maksudnya ada apa ini? Orang jadi bertanya, jadi kasus, aduh jadi panjang deh. Mending kalau memang kamu benar-benar mau sederhana ya sudah, apa yang aku bisa bantu, apa yang kamu bisa bantu, biar kita saling bantu saja. Tulus deh, nggak perlu ada yang harus ada yang gitu-gitu,

Gigih: Jadi Kak Indra merasa nggak salah?

Bekti: Dibatalin saja apa yang kamu mau lakukan ini, niatan ini, sudah deh,

Di menit 02:45-03:25, isi percakapan mulai merembet ke biduk pernikahan Indra Bekti dan istrinya Aldilla Jelita. Dalam rekaman yang diduga percakapan antara Bekti dengan Lalu Gigih Arsanofa, Gigih yang mengaku korban pelecehan seksual, mempertanyakan ketidaktahuan Aldilla.

Gigih: Oke. Maksud aku, berarti Kak Indra merasa nggak salah dengan semua ini? Selama ini?

Bekti: Iya, tapi kan namaku jadi jelek loh

Gigih: Kak Indra takut kalau istri Kak Indra tahu?

Bekti: Ya iyalah, masa nggak takut? (tertawa kecil)

Gigih: Emang selama ini nggak tahu kalau Kak Indra suka sama cowok kayak gitu?

Bekti: Ya nggak tahulah!

Gigih: Ini yang ngasih tahu tentang laporan Gigih Arsanofa, itu siapa yang kasih tahu?

Bekti: Ada, ada orang kepercayaan aku,

Gigih memang sudah berupaya melaporkan Bekti ke Polda Metro Jaya, Kamis (28/1) lalu. Sayangnya, laporan tentang dugaan pelecehan seksual itu tidak diterima polisi karena alasan deskripsi dari kata ‘pelecehan’. Pada laporan itu, Gigih menyertakan bukti pesan singkat dimana Bekti dituding telah mengajak dirinya bercinta. Kali ini, pembicaraan terekam pada menit 03:41-05:13.

Gigih: Aku nggak mau cari sensasi,

Bekti: Nah! Bagus. Aku juga nggak mau cari sensasi dengan berita begini. Ya sudahlah nggak usah diterusin, apa yang kamu mau yuk kita saling bantu. Kan aku sudah berniat bantu, kenapa aku diginiin? Aku lagi ngumpulin duit, lagi cariin kerjaan. Soalnya nih ada tempat, itu butuh orang. Aku butuh orang, butuh kamu. Mau aku taruh disitu, jadi orang kepercayaan aku, tapi kok kamu begini?

Gigih: Aku kira istri Kak Indra tahu loh kalau Kak Indra suka sama cowok,

Bekti: Astaghfirullah, ya nggaklah!

Gigih: Kalau misalnya tahu gimana?

Bekti: Ya bahayalah, aku bisa kehidupan aku hancur, ya kita bisa cerailah. Selesai sudahlah hidup aku. Kamu mau ngancurin hidup orang di atas kesenangan kamu, melihat orang lain hancur? Masa kamu tega?

Gigih: Kok Kak Indra bilang aku bakalan senang?

Bekti: Ya nggak tahu deh apa yang akan kamu perbuat,

Kalimat itu terekam pada menit 05:26-06:40, dimana pria yang diduga Bekti dan Lalu Gigih Arsanofa bercakap-cakap lewat sambungan telepon.

Bekti: Aku pengen kamu sudah, stop saja semua. Jangan ada apa-apa lagi, jangan dilanjutin lagi hal-hal kayak ginian. Plis banget. Minta tolong.

Gigih: Kak Indra sayang sama istri Kak Indra?

Bekti: Iya dong!

Gigih: Terus kenapa Kak Indra khianati dia?

Bekti: Ya sudah makanya sekarang aku minta maaf, aku nggak mau jahatin dia lagi. Sudah ini stop,

Gigih: Kak Indra minta maaf ke siapa?

Bekti: Ya ke istri akulah,

Gigih: Sudah?

Bekti: Terus ke kamu juga, ya aku minta maaf,

Gigih: Kapan? Kak Indra kapan mau minta maaf ke istri Kak Indra? Apa Kak Indra mau ngomong semuanya?

Bekti: Ya nggaklah. Ya nggak mungkin dong.

Pria yang persis bersuara Bekti ini pun mengaku tidak bisa menahan perasaan yang berbeda terhadap kaum Adam. Katanya, perasaan itu bukanlah keinginannya sendiri.

Bekti: Ya kan kita punya perasaan seperti ini, kita nggak bisa, nggak bisa apa ya? Ini bukan mau kita,

Gigih: Terus maunya siapa?

Bekti: Ya nggak tahu tiba-tiba perasaan ada seperti ini,

Percakapan terekam pada menit 06:47-09:00.

Gigih: Bayangin! Di Indonesia itu ada 200 juta penduduk, terus cowoknya itu banyak banget. Berjuta-juta, kenapa Kak Indra bisa hubungin aku?

Bekti: Ya mungkin ini kita jadi, sudah petunjuk Allah. Maksud saya mungkin dengan cara seperti ini, kamu yang kasih petunjuk buat aku. Buat, ya lebih baik lagi mungkin atau apa, kita saling mengingatkan kan,

Gigih: Oke,

Bekti: Jadi aku terima kasih banget. Tadinya aku juga, awal-awal memang sudah lihat kamu tuh baik kan kamu, yang jelas, karena kamu baik, aku pengen bantu. Ada niatan baik dari kamu, aku juga jadi ada niatan untuk baik. Ya sudah, lupain... apa sih permintaan yang aneh-aneh itu nggak ada deh, Gigih: Dan Kak Indra kan tahu, aku bukan homoseks,

Bekti: Ya, ngerti,

Gigih: Aku bukan gay, apa Kak Indra bisa menghargai itu?

Bekti: Oh iya dong, pasti dong,

Gigih: Aku benar-benar normal,

Bekti: Iya, ngerti-ngerti,

Gigih: Dari kemarin aku pengen pulang, pengen nikah sebenarnya,

Bekti: Oh gitu. Aku tuh gini, aku bukannya nahan-nahan kamu itu, bukan karena aku pengennn (ML) sama kamu gitu nggak loh. Beneran deh! Ini demi Allah aku ya, niat pengen bantu gitu. Ntar dulu, ini ada tempat yang mau aku bikin buat kamu. Kamu harus fight gitu maksudnya, ‘Yuk kamu fight yuk, di Jakarta kamu bisa besar deh kayaknya’. Aku tuh punya niatan kayak gitu. Tapi ya sudah kalau misalnya kamu punya rencana nikah, ya monggo. Kamu mau pulang, nanti aku biayain kepulangannya segala macam. Kalau kamu ada apa-apa tinggal ngomong sama aku,

 

=====  

Sahabat cahayamuslim.com Homo seksual adalah salah satu penyelewengan seksual, karena menyalahi sunnah Allah, dan menyalahi fitrah makhluk ciptaanNya.

Lebih kurang empat belas abad yang lalu, al-Qur’an telah memperingatkan umat manusia ini, supaya tidak mengulangi peristiwa kaum Nabi Luth. Allah berfirman:

 

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim,” (QS. Hud: 82-83).

Pada ayat lain Allah berfirman:

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas,” (QS. Asy Syu’ara: 165-166).

Setelah Rasulullah menerima wahyu tentang berita kaum Luth yang mendapat kutukan dari Allah dan merasakan azab yang diturunkanNya, maka beliau merasa khawatir sekiranya peristiwa itu terulang kembali kepada umat di masa beliau dan sesudahnya.

Rasulullah bersabda,

“Sesuatu yang paling saya takuti terjadi atas kamu adalah perbuatan kaum Luth dan dilaknat orang yang memperbuat seperti perbuatan mereka itu, Nabi mengulangnya sampai tiga kali, “Allah melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth; Allah melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth; Allah melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth,” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi dan Al Hakim).

 

referensi berita: kompas.com/cumicumi.com

 









Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-12-07 17:06
Posted on 2015-11-04 15:00