Astaghfirullah, Pemuda Ini On**i di Masjid Sambil Pandangi Mahasiswi Cantik Saat Sholat

Posted on 2016-02-05 13:38





Dengan santainya, tanpa rasa malu dilihat mahasiswi yang berseleweran di dekatnya, Hl (20) mengeluarkan kem*luannya. Hl membuka resleting celana jeans-nya, kemudian mulai memainkan kem*luannya. Rupanya Hl sedang melakukan on**i.

Urat saraf malu Hl mungkin sudah putus. Tak hanya melakukan on**i di depan mahasiswi cantik, HL juga melakukan perbuatan tak terpujinya di areal masjid di lingkungan Universitas Mulawarman (Unmul). 

Terakhir Hl melakukan on**i di halaman masjid sambil memandang mahasiswi-mahasiswi cantik yang baru selesai salat, kemarin sore.“Ketika itu dia (Hl, Red) memainkan kem*luannya (onani, Red) di depan mahasiswi di sekitar masjid.

Saya sempat melihat. Ketika itu saya di atas motor, saat saya turun dia langsung kabur,” ujar seorang mahasiswa bernama Riyan, ditemui Sapos di Mapolsekta Samarinda Ulu, sore kemarin.

Kebiasaan Hl melakukan on**i akhirnya berakhir. Siang kemarin, pemuda perantauan asal Pulau Sumatera itu ditangkap mahasiswa dan diserahkan ke satpam Unmul. Untuk menghindari hal tak diinginkan, Hl diserahkan ke kantor polisi.

“Kami dapat penyerahan mahasiswa. Demi keamanan yang bersangkutan, dia kami bawa ke sini (Mapolsekta Samarinda Ulu, Red),” ujar seorang satpam bernama Sugeng.

Kedatangan Hl ke kantor polisi di Jalan Juanda itu diikuti beberapa mahasiswi dan mahasiswa, yang geram dengan ulahnya. Dua mahasiswi Sn dan Um mengaku, pernah diperlihatkan Hl kem*luannya. Kejadiannya Juli 2015 lalu di masjid di lingkungan Unmul.

“Kami baru selesai salat Isya, ketika mau keluar masjid dia sudah berdiri di pintu masjid sambil memainkan kem*luannya,” kata Um.

“Bahkan menurut penjaga masjid, cairan sper**nya jatuh ke lantai. Yang tahu ada cairan sp***a dan sempat mengecek pejaga masjidnya,” kata Um.

Selain di areal masjid, Hl juga sering melakukan on**i di gazibu di depan perpustakaan Unmul. Di sana sering digunakan mahasiswi untuk bersantai sambil belajar. Bahkan baru-baru ini, Hl pernah melakukan on**i dan spe***nya sampai muncrat mengenai seorang mahasiswi yang sedang asyik membaca.

“Rekan mahasiswi tak tahu, karena dia melakukan on**i di belakangnya. Ketika melihat ke belakang, tiba-tiba sudah keluar (ejaku**si, Red). Setelah itu dia lari,” ujar Pije, Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BKM Unmul.

Ditemui Sapos, Hl mengakui prilaku menyimpangnya. “Saya juga heran, kok bisa suka seperti itu (on**i, Red),” tutur Hl sambil tersipu malu dan menutup wajahnya.

Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Yogie Hardiman, melalui Kanit Reskrim Ipda Teguh Wibowo mengatakan, sementara Hl sudah diamankan dan diminta keterangan.

“Perwakilan mahasiswi yang jadi korban juga sudah membuat laporan. Masih proses penyelidikan,” tandas Teguh singkat.

Sahabat cahayamuslim.com, dalam ajaran Islam, mastu***si dikenal dengan nama ; al-istimna`, al-istima`bilkaff, nikah al-yad, al-I`timar, atau `adtus sirriyah. Sedangkan masturbasi yang dilakukan oleh wanita disebut al-ilthaf.

Para ilmuwan dan psikolog modern mengatakan, mastu***si tidak merusak kesehatan, jika tidak dilakukan secara berlebihan. Meskipun demikian pada dasarnya mastu***si bukan usaha normal untuk memenuhi nafsu syahwat. Bahkan jika menjadi suatu kebiasaan, akan banyak mendatangkan bahaya dan kerugian bagi pelakunya.

Tujuan utama mastu***si adalah mencari kepuasan atau melepas keinginan nafsu s**sual dengan jalan tidak berseng**ma. Akan tetapi mastu***si tidak dapat memberikan kepuasan yang sebenarnya. Berbeda dengan berseng**ma yang dilakukan oleh dua orang yang berlawanan jenis dalam ikatan perkawinan yang syah. Mereka mengalami kesenangan, kebahagiaan, keasyikan bersama dan penyerahan menyeluruh.

Dalam mastu***si satu-satunya sumber rangsangan adalah khayalan imaji  diri sendiri. Itulah yang menciptakan suatu gambaran erotis dalam pikiran. Mastu***si merupakan rangsangan yang sifatnya lokal pada anggota kelamin. Akibatnya mastu***si tidak bekerja sebagai suatu kebajikan. Hubungan se*s yang normal dapat menimbulkan rasa bahagia dan gembira, sedangkan mastu***si malah menciptakan depresi emosional dan psikologis. Oleh karena itu memuaskan diri dengan mastu***si bertentangan dengan kehidupan seksual yang normal.

Masalah yang berkaitan dengan on**i atau dalam bahasa arabnya disebut istimna‘ banyak dibahas oleh para ulama. Sebagian besar ulama mengharamkannya namun ada juga yang membolehkannya.

Yang mengharamkan ; Umumnya para ulama yang mengharamkan on**i berpegang kepada firman Allah SWT:"Dan orang-orang yang memelihara kem*luannya kecuali terhadap isterinya atau hamba sahayanya, mereka yang demikian itu tidak tercela. Tetapi barangsiapa mau selain yang demikian itu, maka mereka itu adalah orang-orang yang melewati batas." (Al-Mu‘minun: 5-7).

Mereka memasukkan on**i sebagai perbuatan tidak menjaga kem*luan. Dalam kitab Subulus Salam juz 3 halaman 109 disebutkan hadits yang berkaitan dengan anjuran untuk menikah:

Rasulullah SAW telah bersabda kepada kepada kami,"Wahai para pemuda, apabila siapa diantara kalian yangtelah memiliki baah (kemampuan) maka menikahlah, kerena menikah itu menjaga pandangan dan kemaluan. Bagi yang belum mampu maka puasalah, karena puasa itu sebagai pelindung. HR Muttafaqun ‘alaih.

Di dalam keterangannya dalam kitab Subulus Salam, Ash-Shan‘ani menjelaskan bahwa dengan hadits itu sebagian ulama Malikiyah mengharamkan on**i dengan alasan bila on**i dihalalkan, seharusnya Rasulullah SAW memberi jalan keluarnya dengan on**i saja karena lebih sederhana dan mudah. Tetapi Beliau malah menyuruh untuk puasa.

Sedangkan Imam Asy-Syafi‘i mengharamkan on**i dalam kitab Sunan Al-Baihaqi Al-Kubro jilid 7 halaman 199 dalam Bab On**i ketika menafsirkan ayat Al-Quran surat Al-Mukminun ...Dan orang-orang yang memelihara kem*luannya. Begitu juga dalam kitab beliau sendiri Al-Umm juz 5 halaman 94 dalam bab On**i.

Imam Ibnu Taymiyah ketika ditanya tentang hukum on**i beliau mengatakan bahwa onani itu hukum asalnya adalah haram dan pelakunya dihukum ta‘zir, tetapi tidak seperti zina.

Cara mengatasi On**i dan Mastu***si

1. Biasanya seseorang melakukan mastu***si jika punya kesempatan melakukannya. Kesempatan itulah sebenarnya yang jadi persoalan utama. Agar tidak bermastu***si, hendaklah dia (anak) jangan diberi kesempatan untuk melakukannya. Kalau bisa, hilangkan kesempatan itu. Mastu***si biasanya dilakukan di tempat-tempat yang sunyi, sepi dan menyendiri. Maka, jangan biarkan anak untuk mendapatkan kesempatan menyepi sendiri. Usahakan agar dia tidak seorang diri dan tidak kesepian. Beri dia kesibukan dan pekerjaan menarik yang menyita seluruh perhatiannya, sehingga ia tidak teringat untuk pergi ke tempat sunyi dan melakukan mastu***si.

2  Berolahraga. Sebenarnya energi s*ksual juga merupakan energi. Melakukan kegiatan fisik seperti olah raga yang menguras keringat dapat mengurangi energi berlebih dalam diri kita. Dengan kata lain, hasrat yang kita rasakan itu merupakan energi yang terkumpul dalam tubuh, jadi jika kita alirkan energi tersebut untuk berolahraga, insyaallah hasrat tersebut akan berkurang.

3. Bagi Anda yang telah dewasa dan ingin menghentikan/menghindar dari kebiasaan mastu***si, maka berkumpulah lebih sering dengan orang lain. Apabila pada siang hari Anda merasakan dorongan untuk melakukan mastu***si, hendaklah segera bangkit dari ranjang atau kursi Anda. Bergabunglah dengan orang lain, lalu bercakap-cakaplah dengan mereka. Apabila dorongan itu muncul pada waktu-waktu akan tidur, tulislah sesuatu atau bacalah buku. Lakukan sesuatu untuk mengalihkan pikiran kepada hal-hal lain.Yang lebih penting dari itu adalah memperkuat daya kemauan.

Usaha itu hanya mungkin terwujud apabila seseorang secara jujur dan tulus hendak melepaskan diri dari kebiasaan buruk itu. Berdoalah kepada Allah untuk menolong Anda mengatasi kebiasaan ini, pusatkan perhatian pada ajaran agama. Selain itu berjuanglah untuk menumbuhkan semangat ketakwaan, di antaranya dengan memperbanyak puasa - seperti anjuran Rasulullah saw kepada pemuda yang belum mampu kawin.

Puasa dapat mendidik kita beribadah, menumbuhkan kesabaran dan menguatkan kecekatan kita dalam bertakwa dan meningkatkan keyakinan akan bantuan Allah kepada setiap jiwa orang Mukmin. Seperti sabda Rasulullah yang artinya;

"Wahai para pemuda, barang siapa di antara kamu sudah mempunyai kemampuan (untuk kawin), maka kawinlah, sebab itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Akan tetapi, barang siapa belum mampu (untuk kawin), maka hendaklah ia berpuasa, sebab puasa itu baginya merupakan pelindung."(HR Bukhari).

 

sumber berita: samarinda pos (samarinda.prokal.co)







Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-08 10:00
Posted on 2015-10-30 21:14