Astaghfirullah... Curiga Dengan Dada Hajah Isnaini, Akhirnya Petugas Terkejut Saat Buka Paksa

Posted on 2016-02-09 17:13





Bu Hajah ini tak bisa berkutik saat digelandang petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Kualanamu, Minggu pagi (7/2/2016). BH yang membungkus dada besar wanita paruh baya itu lalu dibuka paksa. Lalu?…

Meski sudah bergelar Hajah, ibu ini tetap melakoni bisnis haram, yakni bisnis narkoba jenis ekstasi dan sabu. Wanita bernama lengkap, Hj Isdiani (54) ini, Minggu pagi (7/2/2016), ditangkap petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumut, karena membawa 1.500 butir pil ekstasi dan 1 ons sabu.

Untuk mengelabui petugas, barang haram itu disembunyikan wanita dengan panggilan Bu Hajah ini di dalam BH nya. Calon penumpang Lion Air JT 913 tujuan Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) itu ditangkap petugas saat melewati security check point.

Petugas sejak awal sudah curiga dengan wanita parubaya warga Jalan Poros Bontang, Desa Suka Rahmad, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Samarinda ini. Pasalnya, (maaf) bagian dadanya terlihat sangat besar meski telah ditutupi hijabnya yang panjang.

Saat melewati security check point petugas Avsec yang melaksanakan tugas profeiling lalu melakukan pemeriksaan badan body searching. Wanita itu diminta membuka pakaian dan BH yang membungkus dadanya yang besar.

Bu Hajah pun tak bisa berkuti saat petugas menemukan 1 ons sabu dan 1.500 butir pil ekstasi. “Ibu itu ditangkap karena membawa 1500 butir ektasi dan 1 ons sabu. Barang bukti tersebut disimpan oleh yang bersangkutan di payudara. Hajah Isdiani ini sejak awal sudah dicurigai dari gerak-geriknya, sehingga dilakukan pemeriksaan badan,” jelas Humas KNIA, Wisnu Budi Setianto.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Hj Isdiani lalu diserahkan ke Polres Deliserdang untuk proses hukum selanjutnya.

“Yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan oleh pihak kepolisian untuk dicari tahu siapa bandar narkoba di balik pengiriman barang haram itu,” tandasnya.

 

sumber: medansatu.com

 

===

begitulah ketika nikmat dunia menggoda dan bisikan setan semakin menggebu, tak peduli status hajjah atau ahli ibadah. Jika terlena maka penyesalan yang akan mengejarmu...

 
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ : لَمَّا بُعِثَ مُحَمَّدٌ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَتَتْ إبْلِيسَ جُنُودُهُ فَقَالُوا قَدْ بُعِثَ نَبِيٌّ وَأُخْرِجَتْ أُمَّةٌ قَالَ أَيُحِبُّونَ الدُّنْيَا قَالُوا نَعَمْ قَالَ لَئِنْ كَانُوا يُحِبُّونَهَا مَا أُبَالِي أَنْ لَا يَعْبُدُوا الْأَوْثَانَ ، وَأَنَا أَغْدُو عَلَيْهِمْ ، وَأَرُوحُ بِثَلَاثٍ أَخْذِ الْمَالِ مِنْ غَيْرِ حَقِّهِ ، وَإِنْفَاقِهِ فِي غَيْرِ حَقِّهِ ، وَإِمْسَاكِهِ ، وَالشَّرُّ كُلُّهُ تَبَعٌ لِذَلِكَ

Dari Abu Umamah Al-Bahily RA; “ketika Nabi Muhammad diutus, para tentara Iblis mendatangi Iblis dan bertkata; “Telah diutus seorang Nabi dan dikeluarkan suatu umat”. Iblis berkata; “Apakah mereka mencintai dunia?”. Mereka menjawab; “Ya”. Iblis berkata; “Jikalau mereka benar menyukainnya niscaya aku tidak peduli apaka mereka tidak menyembah berhala-berhala, aku akan pergi kepada mereka dengan tiga perkara, mengambil harta dengan tidak benar, membelanjakan harta pada perkara yang tidak benar, dan menahannya (tidak mau bersedekah), dan kejelekan seluruhnya adalah pengikut hal-hal tadi”.

 

 









Artikel Menarik Lainnya

Posted on 2015-11-08 10:00
Posted on 2015-10-30 21:14